Hampir 5.000 Warga Irak Teken Sumpah Membela Iran Melawan AS Tanpa Kompensasi
Senin, 09 Februari 2026 - 09:44 WIB
Washington mengumumkan sanksi baru pada hari Jumat yang bertujuan untuk membatasi ekspor minyak Iran, termasuk langkah-langkah yang menargetkan 14 kapal yang berbendera negara-negara seperti Turki, India, dan Uni Emirat Arab. Washington juga mengumumkan sanksi terhadap 15 entitas dan dua orang.
Sementara itu, kapal induk AS tetap berada di lepas pantai Iran, dengan Komando Pusat (CENTCOM) AS merilis rekaman yang menunjukkan kapal kelas Nimitz tersebut; USS Abraham Lincoln, melakukan operasi pengisian bahan bakar di Laut Arab.
Pada Kamis lalu, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa militer negaranya siap berperang."Yang akan meliputi seluruh wilayah dan semua pangkalan AS jika itu yang diinginkan Washington," katanya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa "hal-hal buruk" kemungkinan akan terjadi jika kesepakatan dengan Iran tidak dapat dicapai.
Ammar al-Tamimi, seorang pemimpin di Organisasi Badr yang didukung Iran, yang mengoordinasikan pertemuan di Diyala, mengatakan bahwa para sukarelawan tidak terkait dengan faksi bersenjata tertentu.
"Sebaliknya, kami adalah sukarelawan yang siap bertugas sebagai pasukan cadangan untuk pasukan keamanan," kata Tamimi kepada Rudaw.
Sementara itu, kapal induk AS tetap berada di lepas pantai Iran, dengan Komando Pusat (CENTCOM) AS merilis rekaman yang menunjukkan kapal kelas Nimitz tersebut; USS Abraham Lincoln, melakukan operasi pengisian bahan bakar di Laut Arab.
Pada Kamis lalu, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa militer negaranya siap berperang."Yang akan meliputi seluruh wilayah dan semua pangkalan AS jika itu yang diinginkan Washington," katanya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa "hal-hal buruk" kemungkinan akan terjadi jika kesepakatan dengan Iran tidak dapat dicapai.
Ammar al-Tamimi, seorang pemimpin di Organisasi Badr yang didukung Iran, yang mengoordinasikan pertemuan di Diyala, mengatakan bahwa para sukarelawan tidak terkait dengan faksi bersenjata tertentu.
"Sebaliknya, kami adalah sukarelawan yang siap bertugas sebagai pasukan cadangan untuk pasukan keamanan," kata Tamimi kepada Rudaw.
Lihat Juga :