Prabowo dan PM Albanese Teken Perjanjian Terbesar RI-Australia sejak Era Soeharto
Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:57 WIB
“Yang penting, ini adalah satu tingkat lebih tinggi daripada perjanjian Keating, karena perjanjian itu berada di tingkat yang lebih rendah, ini berada di tingkat pemimpin dan menteri,” kata Albanese.
“Jadi, ini menunjukkan sesuatu tentang sentimen perjanjian tersebut," paparnya, seperti dikutip dari news.com.au.
Albanese merujuk pada perjanjian pertahanan bersama "Pukpuk" antara Australia dengan Papua Nugini ketika ditanya tentang hubungan timbal balik Australia dan Indonesia dalam perjanjian keamanan bersama yang baru. Dia menekankan bahwa perjanjian tersebut mengakui kedaulatan negara masing-masing.
Australia juga akan mendukung Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur pelatihan pertahanan bersama.
Namun, Albanese mengatakan bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan apakah akan menempatkan personel militer Australia secara permanen atau semi-permanen di fasilitas tersebut.
Wong mengatakan perjanjian tersebut merupakan "inisiatif pribadi" Presiden Prabowo Subianto dan Anthony Albanese. "Dan tanda kepercayaan antara negara kita dan antara para pemimpin kita," ujarnya.
"Perjanjian ini mengartikulasikan jenis hubungan yang berbeda. Ini tentang saling mendukung di masa-masa sulit," katanya.
“Ini tentang bekerja sama di masa-masa sulit dan masa-masa mudah, untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, ini tentang kita menjadi lebih dekat sebagai tetangga," imbuh dia.
“Jadi, ini menunjukkan sesuatu tentang sentimen perjanjian tersebut," paparnya, seperti dikutip dari news.com.au.
Albanese merujuk pada perjanjian pertahanan bersama "Pukpuk" antara Australia dengan Papua Nugini ketika ditanya tentang hubungan timbal balik Australia dan Indonesia dalam perjanjian keamanan bersama yang baru. Dia menekankan bahwa perjanjian tersebut mengakui kedaulatan negara masing-masing.
Australia juga akan mendukung Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur pelatihan pertahanan bersama.
Namun, Albanese mengatakan bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan apakah akan menempatkan personel militer Australia secara permanen atau semi-permanen di fasilitas tersebut.
Wong mengatakan perjanjian tersebut merupakan "inisiatif pribadi" Presiden Prabowo Subianto dan Anthony Albanese. "Dan tanda kepercayaan antara negara kita dan antara para pemimpin kita," ujarnya.
"Perjanjian ini mengartikulasikan jenis hubungan yang berbeda. Ini tentang saling mendukung di masa-masa sulit," katanya.
“Ini tentang bekerja sama di masa-masa sulit dan masa-masa mudah, untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, ini tentang kita menjadi lebih dekat sebagai tetangga," imbuh dia.
Lihat Juga :