Wapres AS: Jika Iran Memperoleh Senjata Nuklir, Arab Saudi Juga Mendapatkannya
Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:19 WIB
Vance menekankan bahwa agenda Presiden Donald Trump memprioritaskan pengurangan ancaman senjata nuklir di seluruh dunia. Dia mengeklaim Trump tidak tertarik untuk mengulangi kesalahan yang dibuat selama konflik Irak pada awal tahun 2000-an.
Dia menambahkan bahwa Washington perlu mencapai keseimbangan yang cermat antara keterlibatan diplomatik dan sikap tegas.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Itu adalah tujuan kebijakan yang dinyatakan oleh presiden Amerika Serikat,” kata Vance.
“Yang akan dilakukan presiden adalah dia akan tetap membuka opsi. Dia akan berbicara dengan semua orang. Dia akan mencoba mencapai apa yang bisa dia capai melalui cara non-militer. Jika dia merasa militer adalah satu-satunya pilihan, maka pada akhirnya dia akan memilih pilihan itu,” imbuh Vance.
Ketika Kelly menanyakan Vance tentang masa depan Iran setelah protes besar terhadap rezim pecah, dia membandingkannya dengan situasi hipotetis di mana AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, yang memicu spekulasi bahwa Trump kemudian akan menjalankan negara tersebut.
Dia menambahkan bahwa Washington perlu mencapai keseimbangan yang cermat antara keterlibatan diplomatik dan sikap tegas.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Itu adalah tujuan kebijakan yang dinyatakan oleh presiden Amerika Serikat,” kata Vance.
“Yang akan dilakukan presiden adalah dia akan tetap membuka opsi. Dia akan berbicara dengan semua orang. Dia akan mencoba mencapai apa yang bisa dia capai melalui cara non-militer. Jika dia merasa militer adalah satu-satunya pilihan, maka pada akhirnya dia akan memilih pilihan itu,” imbuh Vance.
Ketika Kelly menanyakan Vance tentang masa depan Iran setelah protes besar terhadap rezim pecah, dia membandingkannya dengan situasi hipotetis di mana AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, yang memicu spekulasi bahwa Trump kemudian akan menjalankan negara tersebut.
Lihat Juga :