Memanas, Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk di Laut Arab
Rabu, 04 Februari 2026 - 06:32 WIB
Tasnim mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan mengapa pemutusan komunikasi terjadi.
Insiden ini terjadi ketika ketegangan mereda antara Teheran dan Washington setelah ancaman berulang Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran atas tindakan keras baru-baru ini terhadap protes anti-pemerintah.
Trump, yang juga telah mendorong Iran menyetujui pembicaraan tentang program nuklir negara itu, mengirimkan USS Abraham Lincoln ke arah Iran pekan lalu, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan konfrontasi militer.
Namun di tengah upaya diplomatik selama beberapa hari, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Selasa bahwa ia telah menginstruksikan menteri luar negeri negara itu untuk "melakukan negosiasi yang adil dan merata".
“Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan syarat adanya lingkungan yang sesuai – yang bebas dari ancaman dan harapan yang tidak masuk akal – untuk melakukan negosiasi yang adil dan merata, yang dipandu oleh prinsip-prinsip martabat, kehati-hatian, dan kepraktisan,” tulisnya di media sosial.
“Negosiasi ini akan dilakukan dalam kerangka kepentingan nasional kita,” tambah Pezeshkian.
Pembicaraan Diharapkan
Insiden ini terjadi ketika ketegangan mereda antara Teheran dan Washington setelah ancaman berulang Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran atas tindakan keras baru-baru ini terhadap protes anti-pemerintah.
Trump, yang juga telah mendorong Iran menyetujui pembicaraan tentang program nuklir negara itu, mengirimkan USS Abraham Lincoln ke arah Iran pekan lalu, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan konfrontasi militer.
Namun di tengah upaya diplomatik selama beberapa hari, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Selasa bahwa ia telah menginstruksikan menteri luar negeri negara itu untuk "melakukan negosiasi yang adil dan merata".
“Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan syarat adanya lingkungan yang sesuai – yang bebas dari ancaman dan harapan yang tidak masuk akal – untuk melakukan negosiasi yang adil dan merata, yang dipandu oleh prinsip-prinsip martabat, kehati-hatian, dan kepraktisan,” tulisnya di media sosial.
“Negosiasi ini akan dilakukan dalam kerangka kepentingan nasional kita,” tambah Pezeshkian.
Lihat Juga :