Intel Barat Nyatakan Iran Tak Membuat Bom Nuklir, Apa Dalih AS untuk Menyerang Teheran?
Minggu, 01 Februari 2026 - 06:25 WIB
Intelijen Barat menyatakan Iran tidak membuat bom nuklir. Ini akan jadi pertanyaan bagi AS soal dalih apa yang akan digunakan untuk menyerang Teheran. Foto/US Navy/Petty Officer 1St Class Jeremy F
TEHERAN - Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa badan intelijen Barat menyatakan Iran tidak membuat bom nuklir karena tidak ditemukan indikasi bahwa Teheran sedang memperkaya uranium untuk "bahan tingkat bom". Ini akan menjadi pertanyaan bagi Amerika Serikat (AS) perihal dalih apa yang akan digunakan untuk menyerang Teheran jika rencana invasi benar-benar dijalankan.
Laporan tersebut, yang mengutip sumber intelijen Barat, juga menyebutkan bahwa meskipun aktivitas telah terdeteksi di situs-situs nuklir Iran, termasuk yang rusak akibat serangan Juni tahun lalu, tidak ada pengayaan tingkat tinggi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Iran Ungkap Terowongan Rudal Bawah Laut, Ancaman Mengerikan bagi Kapal-kapal Perang AS
Musim panas Juni lalu, AS dan Israel melakukan serangan terkoordinasi terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran, membenarkan kampanye tersebut sebagai upaya mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir—sebuah tuduhan yang berkali-kali disangkal Iran. Serangan tersebut menargetkan pabrik pengayaan uranium Fordow dan Natanz serta pusat penelitian Isfahan.
Laporan tersebut, yang mengutip sumber intelijen Barat, juga menyebutkan bahwa meskipun aktivitas telah terdeteksi di situs-situs nuklir Iran, termasuk yang rusak akibat serangan Juni tahun lalu, tidak ada pengayaan tingkat tinggi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Iran Ungkap Terowongan Rudal Bawah Laut, Ancaman Mengerikan bagi Kapal-kapal Perang AS
Musim panas Juni lalu, AS dan Israel melakukan serangan terkoordinasi terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran, membenarkan kampanye tersebut sebagai upaya mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir—sebuah tuduhan yang berkali-kali disangkal Iran. Serangan tersebut menargetkan pabrik pengayaan uranium Fordow dan Natanz serta pusat penelitian Isfahan.
Lihat Juga :