GIF Nilai AS Makin Agresif, Teropong Potensi Target Geopolitik Selanjutnya
Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:33 WIB
Peneliti Senior GIF, Chandra Purnama, menilai langkah AS terhadap Venezuela, Iran, dan Greenland harus dibaca dalam konteks strategis global yang lebih luas. “Ini bukan semata ancaman perang langsung, melainkan sinyal taktis untuk menunjukkan dominasi dan menguji respons kekuatan lain,” ujarnya.
Chandra mengingatkan bahwa pola tersebut berpotensi melemahkan tatanan internasional. “Jika praktik ini dinormalisasi, hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara akan semakin tertekan,” katanya.
Direktur GIF, Muhammad Farid, menilai kebijakan Presiden AS Donald Trump tidak bersifat acak, melainkan menggunakan pendekatan Madman Theory. “Trump sengaja membangun citra sebagai aktor yang tidak dapat diprediksi untuk menekan lawan dan meningkatkan daya tawar strategis Amerika Serikat,” jelasnya.
Farid menyebut sejumlah negara berpotensi menghadapi tekanan lanjutan dengan berbagai narasi pembenaran. “Isu narkotika, imigrasi, terorisme, keamanan energi, dan wilayah perairan strategis kerap dijadikan dasar. Negara seperti Meksiko, Irak, Kanada, Kuba, Kolombia, hingga Nigeria berpotensi masuk radar tekanan tersebut,” katanya.
Lihat Juga :