Armada AS Sudah Siaga, Ada 4 Poin Curhat Presiden Iran ke MBS
Rabu, 28 Januari 2026 - 15:04 WIB
4. Perlunya Dialog untuk Menyelesaikan Masalah
“Yang Mulia Putra Mahkota juga menegaskan dukungan Kerajaan untuk setiap upaya yang bertujuan menyelesaikan perselisihan melalui dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut,” tambah kantor berita itu.“Presiden Iran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kerajaan atas pendiriannya yang teguh dalam menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Iran dan menyampaikan apresiasinya atas peran yang dilakukan oleh Yang Mulia Putra Mahkota dalam mengerahkan upaya dan inisiatif untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.”
Percakapan antara kedua pemimpin itu terjadi setelah Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran selama penindakan keras yang dilakukan Teheran terhadap protes anti-pemerintah bulan ini. Pekan lalu, presiden AS mengirimkan "armada" ke arah Iran tetapi mengatakan dia berharap tidak perlu menggunakannya.
Dalam pidatonya di Iowa pada hari Selasa, Trump kembali mengatakan bahwa "armada" besar sedang menuju Iran dan mengulangi ancamannya, mengatakan bahwa Teheran harus tunduk pada tuntutan AS.
"Ngomong-ngomong, ada armada indah lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini. Jadi kita lihat saja," kata Trump dalam pidatonya.
"Saya harap mereka membuat kesepakatan. Saya harap mereka membuat kesepakatan. Seharusnya mereka membuat kesepakatan sejak awal. Mereka akan memiliki sebuah negara," katanya, yang tampaknya merujuk pada serangan AS terhadap Iran Juni lalu.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan perang baru, seorang komandan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada hari Selasa mengeluarkan peringatan kepada negara-negara tetangganya.
“Jika mereka melawan Iran, mereka akan dianggap sebagai musuh,” kata Mohammad Akbarzadeh, wakil politik pasukan angkatan laut IRGC, seperti dikutip oleh kantor berita Fars.
Israel melakukan serangkaian serangan terhadap Iran pada Juni 2025, menargetkan beberapa pejabat militer senior dan ilmuwan nuklir, serta fasilitas nuklir. AS kemudian bergabung dalam perang 12 hari untuk membombardir tiga situs nuklir di Iran.
Perang tersebut terjadi menjelang putaran negosiasi yang direncanakan antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran.
Lihat Juga :