Armada AS Sudah Siaga, Ada 4 Poin Curhat Presiden Iran ke MBS

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:04 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman mendorong dialog untuk menyelesaikan ketegangan Iran dan AS. Foto/X/@The_RifT_
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan panggilan telepon dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) setelah kapal induk Amerika Serikat tiba di wilayah tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran akan konflik baru dengan Israel atau AS.

AS telah mengindikasikan dalam beberapa pekan terakhir bahwa mereka sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas tindakan keras Teheran terhadap para pengunjuk rasa, yang telah menyebabkan ribuan orang tewas. Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke wilayah tersebut.



Armada AS Sudah Siaga, Ada 4 Poin Curhat Presiden Iran ke MBS

1. Timur Tengah Akan Tidak Stabil

Pezeshkian mengecam "ancaman" AS dalam percakapan telepon dengan pemimpin Arab Saudi pada hari Selasa, mengatakan bahwa ancaman tersebut "bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan, dan tidak akan mencapai apa pun selain ketidakstabilan".

"Presiden menunjuk pada tekanan dan permusuhan baru-baru ini terhadap Iran, termasuk tekanan ekonomi dan campur tangan eksternal, menyatakan bahwa tindakan tersebut gagal melemahkan ketahanan dan kesadaran rakyat Iran," kata pernyataan dari kantor Pezeshkian, dilansir Al Jazeera.

2. MBS Menekankan Solidaritas Negara Islam

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Pangeran Mohammed “menyambut baik dialog tersebut dan menegaskan kembali komitmen Arab Saudi terhadap stabilitas, keamanan, dan pembangunan regional”.

“Beliau menekankan pentingnya solidaritas di antara negara-negara Islam dan menyatakan bahwa Riyadh menolak segala bentuk agresi atau eskalasi terhadap Iran,” kata pernyataan itu, menambahkan bahwa beliau telah menyatakan kesiapan Riyadh untuk membangun “perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan”.

3. MBS Jamin Tak Akan Izinkan Wilayah Udaranya untuk Menyerang Iran

Kantor Berita Resmi Saudi (SPA) melaporkan setelah percakapan telepon tersebut bahwa Pangeran Mohammed mengatakan kepada Pezeshkian bahwa Riyadh tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk aksi militer terhadap Teheran.

“Yang Mulia Putra Mahkota menegaskan selama percakapan telepon tersebut posisi Kerajaan dalam menghormati kedaulatan Iran, menekankan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya,” lapor SPA.

Baca Juga: Akankah AS Gunakan Discombobulator di Iran? Berikut 8 Faktanya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!