Bos NATO: Eropa Tak Mampu Mempertahankan Diri Tanpa Militer AS!
Selasa, 27 Januari 2026 - 07:01 WIB
Ketegangan semakin memuncak di dalam NATO terkait ancaman baru Presiden AS Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir untuk mencaplok Greenland, yang merupakan wilayah otonom sekutu NATO; Denmark.
Trump juga mengatakan bahwa dia akan memberlakukan tarif baru terhadap pendukung Greenland di Eropa, tetapi kemudian mencabut ancamannya setelah "kerangka kerja" untuk kesepakatan mengenai pulau yang kaya mineral itu tercapai, dengan bantuan Rutte. Hanya sedikit detail dari kesepakatan tersebut yang terungkap.
NATO, organisasi militer yang beranggotakan 32 negara terikat oleh klausul pertahanan bersama yang dikenal sebagai Pasal 5. Pasal dari perjanjian pendirian NATO di Washington itu mewajibkan setiap negara untuk membela sekutu yang wilayahnya terancam.
Pada KTT NATO di Den Haag pada Juli lalu, sekutu Eropa—kecuali Spanyol—ditambah Kanada menyetujui tuntutan Trump agar mereka menginvestasikan persentase yang sama dari output ekonomi mereka untuk pertahanan seperti yang dilakukan Amerika Serikat dalam satu dekade.
Mereka berjanji untuk menghabiskan 3,5% dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan inti, dan 1,5% lagi untuk infrastruktur terkait keamanan—total 5% dari PDB—pada tahun 2035.
Trump juga mengatakan bahwa dia akan memberlakukan tarif baru terhadap pendukung Greenland di Eropa, tetapi kemudian mencabut ancamannya setelah "kerangka kerja" untuk kesepakatan mengenai pulau yang kaya mineral itu tercapai, dengan bantuan Rutte. Hanya sedikit detail dari kesepakatan tersebut yang terungkap.
NATO, organisasi militer yang beranggotakan 32 negara terikat oleh klausul pertahanan bersama yang dikenal sebagai Pasal 5. Pasal dari perjanjian pendirian NATO di Washington itu mewajibkan setiap negara untuk membela sekutu yang wilayahnya terancam.
Pada KTT NATO di Den Haag pada Juli lalu, sekutu Eropa—kecuali Spanyol—ditambah Kanada menyetujui tuntutan Trump agar mereka menginvestasikan persentase yang sama dari output ekonomi mereka untuk pertahanan seperti yang dilakukan Amerika Serikat dalam satu dekade.
Mereka berjanji untuk menghabiskan 3,5% dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan inti, dan 1,5% lagi untuk infrastruktur terkait keamanan—total 5% dari PDB—pada tahun 2035.
Lihat Juga :