Klaim Mengejutkan Presiden Venezuela soal Penculikan Maduro: '15 Menit untuk Patuh atau Dihabisi AS'
Minggu, 25 Januari 2026 - 06:34 WIB
Ada laporan bahwa Rodriguez dan saudara laki-lakinya berjanji untuk bekerja sama dengan Trump sebelum AS menangkap Maduro. Namun, video tersebut menunjukkan bahwa anggota rezim yang tersisa khawatir dicap sebagai pengkhianat.
Dalam rekaman tersebut, Rodriguez mengatakan; "Sangat menyakitkan...harus memikul tanggung jawab dalam keadaan ini."
Bahkan, dia mengatakan bahwa angkatan bersenjata AS memberi tahu mereka bahwa "[Maduro dan istrinya, Cilia Flores] telah dibunuh, bukan diculik". Dia menjawab bahwa dia, saudara laki-lakinya, dan Cabello "siap untuk berbagi nasib yang sama".
"Dan saya katakan kepada Anda, kami tetap berpegang pada pernyataan itu hingga hari ini, karena ancaman dan pemerasan terus-menerus terjadi, dan kami harus melanjutkan dengan sabar dan kehati-hatian strategis, dengan tujuan yang sangat jelas, saudara-saudari," katanya, dan menyebutkan tiga tujuan, "untuk menjaga perdamaian ... untuk menyelamatkan sandera kami ... dan untuk mempertahankan kekuasaan politik".
Presiden AS Donald Trump memuji Rodriguez karena menuruti tuntutannya, namun, Rodriguez mengatakan bahwa dia hanya melakukannya karena "ancaman dan pemerasan yang terus-menerus".
Dalam rekaman tersebut, Rodriguez mengatakan; "Sangat menyakitkan...harus memikul tanggung jawab dalam keadaan ini."
Bahkan, dia mengatakan bahwa angkatan bersenjata AS memberi tahu mereka bahwa "[Maduro dan istrinya, Cilia Flores] telah dibunuh, bukan diculik". Dia menjawab bahwa dia, saudara laki-lakinya, dan Cabello "siap untuk berbagi nasib yang sama".
"Dan saya katakan kepada Anda, kami tetap berpegang pada pernyataan itu hingga hari ini, karena ancaman dan pemerasan terus-menerus terjadi, dan kami harus melanjutkan dengan sabar dan kehati-hatian strategis, dengan tujuan yang sangat jelas, saudara-saudari," katanya, dan menyebutkan tiga tujuan, "untuk menjaga perdamaian ... untuk menyelamatkan sandera kami ... dan untuk mempertahankan kekuasaan politik".
Presiden AS Donald Trump memuji Rodriguez karena menuruti tuntutannya, namun, Rodriguez mengatakan bahwa dia hanya melakukannya karena "ancaman dan pemerasan yang terus-menerus".
Lihat Juga :