Klaim Mengejutkan Presiden Venezuela soal Penculikan Maduro: '15 Menit untuk Patuh atau Dihabisi AS'

Minggu, 25 Januari 2026 - 06:34 WIB
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez (kiri) sampaikan klaim mengejutkan terkait penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada 3 Januari. Foto/New York Times/Truth Social @realDonaldTrump
CARACAS - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan klaim mengejutkan tentang operasi penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari lalu. Menurutnya, saat itu pasukan AS memberi anggota kabinet Maduro waktu 15 menit untuk memutuskan apakah mereka akan mematuhi tuntutan Amerika atau memilih untuk dibunuh.

"Ancaman dimulai sejak menit pertama mereka menculik presiden. Mereka memberi Diosdado [Cabello, menteri dalam negeri], Jorge [Rodriguez, saudara presiden sementara dan ketua kongres,] dan saya 15 menit untuk menanggapi, atau mereka akan membunuh kami," katanya, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (25/1/2026).



Baca Juga: Begini Cara Pasukan Khusus Delta Force dan CIA Menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Dalam rekaman video yang bocor dari pertemuan selama 2 jam yang diadakan di Venezuela, tujuh hari setelah serangan AS, Rodriguez terdengar mengatakan bahwa prioritasnya adalah untuk "mempertahankan kekuasaan politik". Video yang diperoleh oleh kolektif jurnalisme lokal La Hora de Venezuela menunjukkan bagaimana anggota rezim yang tersisa mencoba merebut kembali kendali setelah AS menggulingkan Maduro.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!