AS Pertimbangkan Blokade Total Impor Minyak ke Kuba

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:56 WIB
Presiden Diaz-Canel telah menolak ancaman Trump, menyatakan, "Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat," dan "tidak ada yang mendikte apa yang kita lakukan."

Pemerintahan Trump sekarang berupaya melakukan operasi perubahan rezim pada akhir tahun, lapor Wall Street Journal pada hari Kamis. Para pejabat Amerika telah mengadakan pertemuan dengan para warga Kuba di pengasingan dan kelompok-kelompok sipil di Miami dan Washington dalam upaya untuk mengidentifikasi seorang pejabat pemerintah di Havana yang mungkin "ingin membuat kesepakatan," lapor surat kabar tersebut.

Sumber-sumber Politico mendukung laporan ini, dengan salah satu sumber menyatakan menyingkirkan Diaz-Canel adalah "100 persen peristiwa tahun 2026."

Rusia mengutuk "bahasa pemerasan dan ancaman" terhadap Kuba, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova pekan lalu. Zakharova juga mengutuk Washington karena telah menempatkan Kuba di bawah "kengerian penuh sanksi yang tidak sah dan ilegal" selama beberapa dekade.

Baca juga: Gaza Riviera dan New Gaza: Dari Ide Pesisir Mewah Trump ke Ambisi ala Kolonial Baru
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!