10 Fakta Menarik tentang Greenland, dari Dulunya Hijau hingga Matahari Tengah Malam
Selasa, 13 Januari 2026 - 12:13 WIB
4. Sejarah 4.500 Tahun
Menurut para sejarawan, manusia pertama diperkirakan tiba di Greenland sekitar tahun 2500 SM. Kelompok migran tersebut tampaknya punah dan digantikan oleh beberapa kelompok lain yang bermigrasi dari Amerika Utara.Pada awal abad ke-10, orang-orang Norse dari Islandia menetap di bagian selatan Greenland yang tidak berpenghuni, tetapi mereka menghilang pada akhir abad ke-15. Suku Inuit bermigrasi ke sini dari Asia pada abad ke-13 dan garis keturunan mereka bertahan hingga saat ini. Sebagian besar penduduk Greenland keturunan Inuit adalah keturunan langsung mereka, dan terus mempraktikkan beberapa tradisi yang telah berusia berabad-abad.
“Manusia telah mendiami Greenland selama lebih dari 4.500 tahun.”
5. Budaya Inuit
Saat ini, 88% penduduk Greenland adalah Inuit (terutama Kalaallit) atau campuran Denmark dan Inuit. 12% sisanya adalah keturunan Eropa, terutama Denmark. Sejujurnya, penduduk Greenland sebenarnya tidak senang disebut 'eskimo'; nama yang tepat untuk mereka adalah Inuit atau Kalaallit, yang sebenarnya berarti 'penduduk Greenland' dalam bahasa asli Inuit, Kalaallisut.Suku Inuit Greenland sangat identik dengan suku Inuit di bagian dunia lain, seperti Kanada dan Alaska, dan mereka sebenarnya juga memiliki beberapa kesamaan dalam bahasa mereka.
6. Sebuah Negara Multibahasa
Mayoritas penduduk Greenland berbicara bahasa Greenland (terutama Kalaallisut) dan Denmark. Kedua bahasa tersebut telah digunakan dalam urusan publik sejak berdirinya pemerintahan sendiri pada tahun 1979. Saat ini, generasi muda mempelajari kedua bahasa tersebut, serta bahasa Inggris, di sekolah.Bahasa Greenland adalah bahasa yang menarik dengan sejarah panjang, dan sangat terkait dengan bahasa Inuit di Kanada, seperti Inuktitut. "Kayak" dan "igloo" adalah kata-kata Greenland yang telah diadopsi langsung oleh bahasa lain.
7. Tidak Ada Jalan di Greenland
Meskipun memiliki luas daratan 2,16 juta kilometer persegi, tidak ada jalan atau sistem kereta api yang menghubungkan permukiman satu sama lain. Terdapat jalan di dalam kota, tetapi jalan tersebut berakhir di pinggiran kota. Semua perjalanan antar kota dilakukan dengan pesawat, perahu, helikopter, mobil salju, atau kereta luncur anjing.Lihat Juga :