Bukan Sekali Dua Kali, Ini Deretan Demonstrasi Anti-Khamenei yang Pernah Mengguncang Iran
Selasa, 13 Januari 2026 - 09:44 WIB
Aparat keamanan dan milisi Basij menindak keras aksi tersebut, dengan ratusan mahasiswa ditangkap dan puluhan luka-luka. Uni Eropa kala itu mengecam keras tindakan represif pemerintah Iran.
Ayatollah Khamenei secara terbuka mendukung hasil pemilu tersebut, membuat kemarahan massa beralih langsung ke Pemimpin Tertinggi.
Protes ini berakhir dengan penindakan keras, puluhan orang tewas, ribuan ditahan, dan tokoh oposisi dikenai tahanan rumah. Amerika Serikat dan Uni Eropa kemudian menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Iran.
Fakta bahwa protes muncul dari wilayah yang sebelumnya dianggap loyal terhadap rezim mengejutkan pemerintah. Aparat keamanan kembali dikerahkan, menewaskan puluhan demonstran dan menahan ribuan lainnya.
Slogan anti-Khamenei terdengar luas, sementara pemerintah merespons dengan pemadaman internet nasional dan pengerahan kekuatan bersenjata.
2. Green Movement 2009
Gerakan Hijau atau Green Movement menjadi tantangan terbesar bagi Khamenei sejak dia berkuasa pada 1989. Jutaan warga Iran turun ke jalan menolak hasil pemilu presiden yang dimenangkan Mahmoud Ahmadinejad.Ayatollah Khamenei secara terbuka mendukung hasil pemilu tersebut, membuat kemarahan massa beralih langsung ke Pemimpin Tertinggi.
Protes ini berakhir dengan penindakan keras, puluhan orang tewas, ribuan ditahan, dan tokoh oposisi dikenai tahanan rumah. Amerika Serikat dan Uni Eropa kemudian menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Iran.
3. Demonstrasi Ekonomi 2017–2018
Krisis ekonomi, pengangguran, dan melonjaknya harga kebutuhan pokok memicu demonstrasi di puluhan kota kecil dan menengah. Berbeda dari aksi sebelumnya, demonstrasi ini secara terang-terangan meneriakkan slogan “Matilah diktator”, yang secara luas dimaknai sebagai serangan langsung terhadap Khamenei.Fakta bahwa protes muncul dari wilayah yang sebelumnya dianggap loyal terhadap rezim mengejutkan pemerintah. Aparat keamanan kembali dikerahkan, menewaskan puluhan demonstran dan menahan ribuan lainnya.
4. Protes Bahan Bakar 2019
Pada November 2019, kenaikan harga bahan bakar secara mendadak memicu salah satu demonstrasi paling berdarah dalam sejarah Iran modern. Aksi berlangsung serentak di lebih dari 100 kota.Slogan anti-Khamenei terdengar luas, sementara pemerintah merespons dengan pemadaman internet nasional dan pengerahan kekuatan bersenjata.
Lihat Juga :