Militer AS Rampas Kapal Tanker Minyak Rusia, Mengapa Kapal Selam Moskow Tak Beraksi?
Kamis, 08 Januari 2026 - 09:59 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuntut AS untuk memperlakukan para awak kapal tanker tersebut dengan bermartabat. Kementeriannya menambahkan bahwa mereka memantau dengan cermat laporan tentang pengerahan pasukan Amerika di kapal Marinera berbendera Rusia.
"Mengingat informasi yang masuk mengenai keberadaan warga negara Rusia di antara awak kapal, kami menuntut agar pihak Amerika memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap mereka, menghormati hak dan kepentingan mereka secara ketat, dan tidak menghalangi kepulangan mereka dengan cepat ke tanah air mereka," kata kementerian itu.
Sementara itu, dalam sebuah unggahan di X, Komando Eropa militer AS mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyita kapal tersebut karena melanggar sanksi AS.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan merespons unggahan dengan menyatakan, "Blokade minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal tetap berlaku penuh—di mana pun di dunia."
Inggris juga mengonfirmasi keterlibatan pasukannya dalam pencegatan dan penyitaan kapal tanker minyak Rusia tersebut.
"RFA Tideforce [yang sering digunakan sebagai kapal pengisian bahan bakar] memberikan dukungan kepada pasukan AS yang mengejar dan mencegat Bella 1, sementara RAF memberikan dukungan pengawasan dari udara," kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip express.co.uk, Kamis (8/1/2026).
"Mengingat informasi yang masuk mengenai keberadaan warga negara Rusia di antara awak kapal, kami menuntut agar pihak Amerika memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap mereka, menghormati hak dan kepentingan mereka secara ketat, dan tidak menghalangi kepulangan mereka dengan cepat ke tanah air mereka," kata kementerian itu.
Sementara itu, dalam sebuah unggahan di X, Komando Eropa militer AS mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyita kapal tersebut karena melanggar sanksi AS.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan merespons unggahan dengan menyatakan, "Blokade minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal tetap berlaku penuh—di mana pun di dunia."
Inggris juga mengonfirmasi keterlibatan pasukannya dalam pencegatan dan penyitaan kapal tanker minyak Rusia tersebut.
"RFA Tideforce [yang sering digunakan sebagai kapal pengisian bahan bakar] memberikan dukungan kepada pasukan AS yang mengejar dan mencegat Bella 1, sementara RAF memberikan dukungan pengawasan dari udara," kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip express.co.uk, Kamis (8/1/2026).
(mas)
Lihat Juga :