AS Tetap Sita Kapal Tanker Rusia, Perang Dunia III Akan Pecah?
Rabu, 07 Januari 2026 - 21:20 WIB
Data lokasi terbaru dari kapal tersebut menunjukkan bahwa kapal tersebut berbelok tajam ke selatan dan melambat menjadi delapan knot mulai pukul 11:26 GMT.
Kapal tanker tersebut kini berada sekitar 200 km (124 mil) di selatan pantai Islandia.
Pemilik Marinera, kapal tanker berbendera Rusia yang dikejar oleh kapal-kapal Penjaga Pantai AS, sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS, pada tahun 2024.
Louis Marine Shipholding Enterprises SA, sebuah perusahaan yang berbasis di Turki, dituduh memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) oleh pemerintahan Biden.
Sebuah pemberitahuan publik yang dikeluarkan oleh pejabat AS mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah memindahkan barang atas nama Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri IRGC. Divisi ini mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di sekitar Timur Tengah, termasuk Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon.
Menurut MarineTraffic, Marinera (sebelumnya bernama Bella 1) adalah satu-satunya kapal milik Louis Marine Shipholding yang sesuai dengan alamat perusahaan dalam daftar sanksi.
Kapal tanker tersebut kini berada sekitar 200 km (124 mil) di selatan pantai Islandia.
Pemilik Marinera, kapal tanker berbendera Rusia yang dikejar oleh kapal-kapal Penjaga Pantai AS, sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS, pada tahun 2024.
Louis Marine Shipholding Enterprises SA, sebuah perusahaan yang berbasis di Turki, dituduh memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) oleh pemerintahan Biden.
Sebuah pemberitahuan publik yang dikeluarkan oleh pejabat AS mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah memindahkan barang atas nama Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri IRGC. Divisi ini mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di sekitar Timur Tengah, termasuk Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon.
Menurut MarineTraffic, Marinera (sebelumnya bernama Bella 1) adalah satu-satunya kapal milik Louis Marine Shipholding yang sesuai dengan alamat perusahaan dalam daftar sanksi.
(ahm)
Lihat Juga :