Senator AS: Rampas Kapal Tanker Minyak Rusia seperti Venezuela!

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:46 WIB
Dalam sebuah wawancara dengan acara Meet the Press di NBC, Graham—seorang politisi yang dikenal anti-Rusia—mengulangi pendiriannya tersebut. "Moskow telah menolak semua upaya kita untuk mengakhiri konflik dan tidak akan menandatangani kesepakatan damai sampai kita meningkatkan tekanan," katanya.

"Jika [Presiden Rusia Vladimir Putin] mengatakan tidak kali ini...tandatangani rancangan undang-undang (RUU) saya yang memiliki 85 sponsor bersama dan mengenakan tarif pada negara-negara seperti China, yang membeli minyak Rusia murah," kata Graham, merujuk pada RUU yang dia buat yang akan mengizinkan tarif hingga 500% untuk impor dari negara-negara yang terus membeli produk energi Rusia.

"Sita kapal-kapal yang membawa minyak Rusia yang dikenai sanksi seperti yang Anda lakukan di Venezuela. Jika Putin mengatakan tidak, kita perlu mengubah permainan secara dramatis," imbuh politisi Partai Republik tersebut.

Moskow telah mengkritik sanksi Barat, memperingatkan bahwa sanksi tersebut melanggar hukum internasional dan merusak stabilitas ekonomi global.

Meskipun Trump sebelumnya mengemukakan kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada mitra dagang Rusia di tengah frustrasi atas upaya perdamaian yang terhenti, sejauh ini dia belum melangkah lebih jauh selain memberlakukan tarif tambahan 25% pada barang-barang India atas perdagangan New Delhi dengan Moskow. India telah mengecam langkah tersebut sebagai tidak beralasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!