5 Presiden yang Digulingkan Arab Spring, Apa Kabarnya Sekarang?

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:35 WIB
Melansir Al JAzeera, Hosni Mubarak menjadi presiden Mesir pada tahun 1981 setelah pembunuhan Anwar Sadat.

Mantan komandan angkatan udara ini mengkonsolidasikan kekuasaan melalui perpaduan dominasi militer dan hukum darurat, mempertahankan pemerintahan yang ketat yang ditandai dengan penindasan terhadap perbedaan pendapat, kebebasan politik yang terbatas, dan korupsi yang meluas.

Pada 25 Januari 2011, bertepatan dengan perayaan tahunan kepolisian Mesir, para demonstran dari seluruh negeri terpadat di dunia Arab, yang didorong oleh tingginya angka pengangguran, kemiskinan, dan penindasan politik, berbaris di jalan-jalan, menuntut pengunduran diri Mubarak.

Pada 11 Februari 2011, setelah 18 hari protes, Mubarak dipaksa mengundurkan diri, mengakhiri masa kepresidenannya selama tiga dekade.

Mubarak diperintahkan untuk diadili dan kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena keterlibatannya dalam pembunuhan para demonstran damai selama revolusi.

Namun, hukuman ini dibatalkan oleh pengadilan tinggi negara tersebut, dan pengadilan ulang diperintahkan. Sementara pengadilan ulang tersebut masih berlangsung, ia dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi dan menghabiskan enam tahun dalam tahanan, meskipun karena kesehatannya dan perubahan lanskap politik, ia hanya menghabiskan sebagian kecil waktu di sel penjara.

Pada tahun 2017, ia dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah. Pada 25 Februari 2020, Mubarak meninggal di Kairo pada usia 91 tahun.

3. Ali Abdullah Saleh (Yaman)

1947-2017

Berkuasa: 1978-2012 (33 tahun)

Status: Dibunuh oleh Houthi

Melansir Al JAzeera, Ali Abdullah Saleh adalah tokoh kuat Yaman yang berkuasa selama 33 tahun, pertama sebagai presiden Yaman Utara sejak 1978, kemudian Yaman yang bersatu sejak 1990.

Saleh dikenal sebagai dalang politik kesukuan dan militer, pernah menggambarkan pemerintahan Yaman sebagai "menari di atas kepala ular", di mana ia memanfaatkan pergeseran aliansi di kawasan tersebut.

Setelah protes Musim Semi Arab pada tahun 2011, Saleh terpaksa mundur berdasarkan perjanjian transfer kekuasaan pada tahun 2012.

Namun, ia segera menjalin aliansi yang mengejutkan dengan mantan musuhnya, Houthi, membantu mereka merebut ibu kota, Sanaa, pada tahun 2014.

Pakta tersebut runtuh pada tahun 2017, ketika ia berpisah dengan Houthi untuk mencari kesepakatan dengan koalisi pimpinan Saudi yang memerangi mereka. Ia tewas dalam pertempuran tersebut.

4. Muammar Gaddafi dari Libya

1942-2011

Berkuasa: 1969-2011 (42 tahun)

Status: Tewas oleh pemberontak
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!