Mossad Kirim 100 Agen Intelijen ke Iran saat Perang, Bagaimana Operasional?

Minggu, 30 November 2025 - 18:25 WIB
Kepala operasi angkatan udara Brig. Jenderal Gilad Keinan mengatakan bahwa tentu saja ada kekhawatiran bahwa pilot Israel dapat terbunuh atau ditembak jatuh selama perang.

“Kami yakin bahwa kami tahu cara menghubungi pilot atau navigator yang ditembak jatuh. Pertanyaannya lebih pada apakah kami dapat mengevakuasi mereka,” ujarnya.

Keinan juga mengatakan bahwa meskipun jet-jet Israel terancam oleh pertahanan udara Iran, Iran tidak mengirimkan pesawat untuk melawan mereka karena mereka tidak ingin mengambil risiko menembak jatuh pesawat mereka sendiri dengan rudal darat-ke-udara.

Keinan juga mengonfirmasi bahwa tentara telah beraksi "di suatu tempat" di lapangan, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Perwira yang tidak disebutkan namanya yang bertanggung jawab atas perencanaan operasional juga mengatakan bahwa pasukan berada di lapangan "di Timur Tengah," tetapi menolak mengonfirmasi apakah itu termasuk Iran.

Laporan tersebut juga mengungkapkan transkrip rapat kabinet sebelum dan selama perang.

Beberapa jam sebelum dimulainya perang, seorang pejabat keamanan senior memberi tahu para menteri bahwa intelijen Iran mulai melihat tanda-tanda serangan Israel yang akan datang, tetapi Teheran yakin bahwa AS menahan Israel menjelang putaran baru perundingan mengenai program nuklir.

4. Menumbangkan Rezim Khamenei

Pejabat itu juga mencatat bahwa kegiatan telah berlangsung selama beberapa tahun untuk melemahkan rezim Iran.

Para menteri kabinet juga diberitahu untuk memperkirakan 200-400 korban sipil Israel dalam perang tersebut.

Ketika perintah dimulainya perang diberikan, para menteri dibawa ke bunker yang aman. Beberapa jam kemudian, keluarga mereka juga dibawa ke lokasi yang aman.

Militer juga mengambil tindakan pencegahan. Kepala staf dan wakilnya dikirim ke lokasi yang berbeda, dengan pusat komando ganda untuk memastikan rantai komando dapat berlanjut jika salah satu terkena serangan.

Hanegbi mengatakan ada kekhawatiran bahwa twit pukul 2 pagi oleh Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee dapat memberi tahu Iran tentang rencana tersebut.

"Di Kedutaan Besar kami di Yerusalem dan memantau situasi dengan saksama. Kami akan tetap di sini sepanjang malam. 'Berdoa untuk perdamaian Yerusalem,'" cuit Huckabee, tepat sebelum dimulainya serangan Israel.

Cuitan Huckabee segera diikuti oleh pernyataan Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya bahwa "dalam beberapa hari mendatang" Angkatan Darat AS akan "menumpuk kejayaan demi kejayaan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!