Mahathir Mohamad: PM Anwar Ibrahim Menyerahkan Malaysia kepada AS, Langkah Bodoh!

Kamis, 27 November 2025 - 14:55 WIB
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Perdana Menteri dan Kamar Jaksa Agung pada 3 November, klaim sebelumnya bahwa perjanjian perdagangan tersebut merusak kedaulatan negara telah dibantah, dengan para pejabat mengatakan Malaysia dapat mengakhiri perjanjian tersebut jika diperlukan.

Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa perjanjian perdagangan yang ditandatangani dengan Presiden AS Donald Trump telah ditinjau secara cermat oleh para pejabat senior pemerintah untuk memastikan kepentingan Malaysia terlindungi.

Mahathir mengatakan sebuah koalisi LSM berencana untuk mengajukan laporan polisi di seluruh negeri terhadap Anwar, menuduhnya melakukan "pengkhianatan terhadap kemerdekaan Malaysia" sehubungan dengan perjanjian tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!