AS Tetapkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Teroris, Perang Bisa Pecah
Selasa, 25 November 2025 - 09:27 WIB
Pentagon menyebut pengerahan aset-aset tempur itu sebagai bagian dari "Operasi Southern Spear". Militer AS telah menewaskan puluhan orang dalam serangan terhadap kapal-kapal di Karibia sebagai bagian dari kampanye anti-perdagangan narkoba.
Trump telah diberi pengarahan oleh para pejabat tinggi tentang berbagai opsi tindakan di dalam Venezuela, termasuk serangan terhadap fasilitas militer atau pemerintah dan operasi penggerebekan khusus. Opsi untuk tidak melakukan apa pun juga masih tersedia.
Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, dan penasihat seniornya, David Isom, dijadwalkan mengunjungi Puerto Riko pada hari Senin untuk berterima kasih kepada para prajurit yang mendukung misi Amerika di Laut Karibia.
Ada beberapa penolakan publik dalam negeri terhadap keterlibatan AS di wilayah tersebut. Menurut jajak pendapat CBS News/YouGov yang dirilis pada hari Minggu, 70% warga Amerika menentang AS mengambil tindakan militer di Venezuela, dibandingkan dengan 30% yang mendukung tindakan tersebut.
Sebanyak 76% responden mengatakan pemerintahan Trump belum menjelaskan secara gamblang posisi AS terkait aksi militer.
Secara resmi, pemerintahan Trump menyatakan sedang berupaya mengurangi arus migran dan narkoba ilegal — tetapi pergantian rezim Venzuela merupakan kemungkinan efek samping dari upaya tersebut.
Trump berharap tekanan tersebut cukup untuk memaksa Maduro mundur tanpa mengambil tindakan militer langsung, menurut seorang pejabat AS.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Venezuela menolak penetapan kartel tersebut sebagai organisasi teroris asing, menyebutnya sebagai "rekayasa yang konyol".
Trump telah diberi pengarahan oleh para pejabat tinggi tentang berbagai opsi tindakan di dalam Venezuela, termasuk serangan terhadap fasilitas militer atau pemerintah dan operasi penggerebekan khusus. Opsi untuk tidak melakukan apa pun juga masih tersedia.
Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, dan penasihat seniornya, David Isom, dijadwalkan mengunjungi Puerto Riko pada hari Senin untuk berterima kasih kepada para prajurit yang mendukung misi Amerika di Laut Karibia.
Ada beberapa penolakan publik dalam negeri terhadap keterlibatan AS di wilayah tersebut. Menurut jajak pendapat CBS News/YouGov yang dirilis pada hari Minggu, 70% warga Amerika menentang AS mengambil tindakan militer di Venezuela, dibandingkan dengan 30% yang mendukung tindakan tersebut.
Sebanyak 76% responden mengatakan pemerintahan Trump belum menjelaskan secara gamblang posisi AS terkait aksi militer.
Secara resmi, pemerintahan Trump menyatakan sedang berupaya mengurangi arus migran dan narkoba ilegal — tetapi pergantian rezim Venzuela merupakan kemungkinan efek samping dari upaya tersebut.
Trump berharap tekanan tersebut cukup untuk memaksa Maduro mundur tanpa mengambil tindakan militer langsung, menurut seorang pejabat AS.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Venezuela menolak penetapan kartel tersebut sebagai organisasi teroris asing, menyebutnya sebagai "rekayasa yang konyol".
Lihat Juga :