Trump Marahi Zelensky Lagi: Tak Ada Rasa Terima Kasih atas Bantuan AS

Senin, 24 November 2025 - 11:03 WIB
Dokumen awal AS mengindahkan beberapa tuntutan garis keras Moskow, yang mengharuskan negara yang diinvasi untuk menyerahkan wilayah, memangkas militernya, dan berjanji untuk tidak pernah bergabung dengan NATO. Dokumen itu juga memberikan beberapa jaminan keamanan yang samar dan penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk membangun kembali Ukraina yang dilanda perang.

Trump telah memberi Ukraina waktu hingga 27 November, saat AS merayakan Thanksgiving, untuk menyetujuinya, tetapi juga mengisyaratkan kemungkinan adanya fleksibilitas terkait tenggat waktu tersebut.

Sejak awal masa jabatan keduanya, posisi Presiden Trump terkait perang Rusia-Ukraina telah berubah drastis.

Presiden yang juga miliarder dari Partai Republik ini, yang awalnya berjanji untuk mengakhiri perang dalam 24 jam, berubah dari mengagumi Presiden Rusia Putin dan menyebut Zelensky sebagai diktator, menjadi menjatuhkan sanksi berat kepada Moskow dan mengisyaratkan Ukraina akan mengambil kembali wilayahnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!