Bocoran Proposal Perdamaian AS: Ukraina Harus Relakan Wilayah-wilayahnya yang Direbut Rusia

Kamis, 20 November 2025 - 11:01 WIB
"Saya sekali lagi menekankan bahwa memperkuat perlindungan wilayah udara Ukraina, memperluas kemampuan serangan jarak jauh kami terhadap target militer musuh, dan mempertahankan serta menstabilkan garis depan akan melemahkan potensi ofensif musuh," ujarnya dalam unggahan media sosial.

Media Amerika,Axios, sebelumnya melaporkan bahwa Moskow dan Washington telah menyusun rencana rahasia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Kremlin menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, dan kemudian mengatakan tidak ada hal baru dalam kemajuan penyelesaian perdamaian.

Rusia kini menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina, yang sebagian besar telah porak-poranda akibat pertempuran.

Di Ternopil, jurnalis AFP melaporkan puluhan tim penyelamat mencari para korban di antara puing-puing bangunan setelah rudal jelajah menghantam blok-blok apartemen. Asap abu-abu tebal menyelimuti jalanan tepat setelah ledakan terdengar pukul 07.00.

Pejabat kota melaporkan kebakaran telah menyebabkan kadar klorin di udara melonjak hingga enam kali lipat dari normal, dan mengimbau 200.000 penduduk Ternopil untuk tinggal di rumah dan menutup jendela mereka.

Terbungkus selimut merah muda, Oksana yang berusia 46 tahun menunggu kabar dari putranya yang berusia 20 tahun, Bohdan.

"Saya pergi bekerja, dan putra saya tinggal di rumah. Saya meneleponnya dari minibus dan berkata, 'Bohdan, ganti baju dan keluarlah'," katanya. "Dia berkata, 'Bu, jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja'. Tapi sudah terlambat," katanya kepada AFP.

Kakaknya, Natalia Bachinska, mengatakan keluarga itu tinggal di lantai sembilan.

"Apartemen mereka benar-benar hilang... Dia masih belum ditemukan," katanya.

Layanan darurat negara Ukraina mengatakan 26 orang, termasuk tiga anak-anak, tewas, dan 92 orang lainnya, termasuk 18 anak-anak, terluka.

"Mereka adalah orang-orang yang hanya berada di rumah, tidur nyenyak," kata Presiden Zelensky.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!