Rusia Bilang 100 Jet Tempur Rafale Prancis Tak Bisa Menolong Ukraina

Kamis, 20 November 2025 - 09:27 WIB
"Apa pun pesawat tempur yang dijual kepada rezim Kyiv, itu tidak akan mengubah situasi di garis depan atau dinamika medan perang," ujar Peskov kepada para wartawan.

Dia menyesalkan bahwa Paris terus mempersenjatai rezim Kyiv. "Yang dengan demikian memicu konflik, dan sama sekali tidak berkontribusi pada upaya perdamaian," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today.

Rafale, jet tempur multiperan tercanggih Prancis, diperkirakan menelan biaya sekitar €100 juta (USD116 juta) per pesawat. Pengadaan 100 jet pada akhirnya dapat menelan biaya hingga €15 miliar, menurut laporan media Prancis yang mengutip perkiraan berdasarkan kontrak sebelumnya.

Belum jelas bagaimana Ukraina akan membayar senjata-senjata tersebut, sementara para pejabat di Brussel kesulitan mencari cara untuk terus mendanai upaya perang Kyiv yang kekurangan dana. Kyiv mendesak sponsor Baratnya untuk mendapatkan pinjaman sebesar €140 miliar (USD162 miliar) yang didukung oleh aset Rusia yang dibekukan. Moskow mengecam pembekuan aset tersebut sebagai "pencurian."

Belgia, tempat sebagian besar uang tersebut disimpan, telah menolak rencana tersebut karena risiko finansial dan hukum. Inisiatif kontroversial ini didasarkan pada asumsi bahwa Moskow pada akhirnya akan membayar ganti rugi kepada Ukraina, sebuah hasil yang secara luas dianggap tidak mungkin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!