Setelah Dimiliki Indonesia dan Australia, Sistem Rudal NASAMS Dijual AS ke Taiwan
Rabu, 19 November 2025 - 20:52 WIB
Persetujuan AS pada hari Kamis atas penjualan pesawat tempur dan suku cadang pesawat lainnya ke Taiwan senilai USD330 juta merupakan kesepakatan pertamanya sejak Presiden Donald Trump menjabat pada bulan Januari, yang memicu rasa terima kasih dari Taipei dan kemarahan di Beijing.
“Harus jelas hari ini dan akan tetap jelas di masa depan bahwa komitmen Amerika terhadap Taiwan sangat kokoh,” ujar Raymond Greene, duta besar de facto AS di Taipei, dalam sebuah acara di Kamar Dagang Amerika di Taiwan pada hari Selasa.
“Kami mendukung pernyataan ini dengan tindakan, dengan fokus mendukung upaya Taiwan untuk mencapai perdamaian melalui kekuatan. Hal ini paling nyata terlihat dalam kerja sama industri pertahanan kami yang terus berkembang.”
Pengumuman penjualan senjata ini muncul di tengah memburuknya krisis diplomatik antara Beijing dan Tokyo terkait Taiwan, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 7 November menyatakan bahwa negaranya dapat melakukan intervensi militer dalam setiap serangan terhadap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Pada hari Minggu, kapal-kapal penjaga pantai China berlayar melalui perairan di sekitar gugus pulau di Laut Cina Timur yang dikuasai Jepang tetapi diklaim oleh China.
Jepang mengatakan juga mengerahkan jet tempur pada hari Sabtu setelah China menerbangkan pesawat tanpa awak antara Taiwan dan pulau paling barat Jepang, Yonaguni.
Ditanya tentang ketegangan pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan China seharusnya tidak menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan sengketa.
“Harus jelas hari ini dan akan tetap jelas di masa depan bahwa komitmen Amerika terhadap Taiwan sangat kokoh,” ujar Raymond Greene, duta besar de facto AS di Taipei, dalam sebuah acara di Kamar Dagang Amerika di Taiwan pada hari Selasa.
“Kami mendukung pernyataan ini dengan tindakan, dengan fokus mendukung upaya Taiwan untuk mencapai perdamaian melalui kekuatan. Hal ini paling nyata terlihat dalam kerja sama industri pertahanan kami yang terus berkembang.”
Pengumuman penjualan senjata ini muncul di tengah memburuknya krisis diplomatik antara Beijing dan Tokyo terkait Taiwan, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 7 November menyatakan bahwa negaranya dapat melakukan intervensi militer dalam setiap serangan terhadap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Pada hari Minggu, kapal-kapal penjaga pantai China berlayar melalui perairan di sekitar gugus pulau di Laut Cina Timur yang dikuasai Jepang tetapi diklaim oleh China.
Jepang mengatakan juga mengerahkan jet tempur pada hari Sabtu setelah China menerbangkan pesawat tanpa awak antara Taiwan dan pulau paling barat Jepang, Yonaguni.
Ditanya tentang ketegangan pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan China seharusnya tidak menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan sengketa.
Lihat Juga :