Utusan Trump Ingin Bertemu Langsung dengan Pemimpin Senior Hamas Khalil al-Hayya
Sabtu, 15 November 2025 - 10:30 WIB
“Ia mengatakan telah menyampaikan belasungkawa kepada al-Hayya atas kehilangan putranya pada bulan September, ketika angkatan udara Israel menembakkan rudal ke satu kompleks di Qatar tempat para pejabat Hamas sedang bertemu,” lapor Times.
Mengutip Witkoff, artikel tersebut melanjutkan, "'Saya memberi tahu dia bahwa saya telah kehilangan seorang putra,' katanya, 'dan kami berdua adalah anggota klub yang sangat buruk, orang tua yang telah menguburkan anak-anak mereka.'"
Putra Witkoff, Andrew, meninggal karena overdosis opioid pada tahun 2011.
Witkoff bukanlah satu-satunya pejabat pemerintahan Trump yang pernah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan Hamas.
"Witkoff bukanlah pejabat pemerintahan Trump pertama yang pernah bertemu dengan Hamas," ungkap Times.
Dia menjelaskan, "Adam Boehler, utusan AS untuk tanggap penyanderaan, bertemu dengan para pejabat Hamas beberapa kali di Qatar pada bulan Maret dalam upaya mendesak pembebasan seorang warga negara Amerika-Israel yang saat itu ditawan oleh kelompok tersebut."
"Perundingan-perundingan itu tidak menghasilkan kesepakatan," ujar surat kabar itu.
Baca juga: India Buka Pangkalan Udara di Dekat China, Bisa untuk Pesawat Angkut Besar dan Jet Tempur
Mengutip Witkoff, artikel tersebut melanjutkan, "'Saya memberi tahu dia bahwa saya telah kehilangan seorang putra,' katanya, 'dan kami berdua adalah anggota klub yang sangat buruk, orang tua yang telah menguburkan anak-anak mereka.'"
Putra Witkoff, Andrew, meninggal karena overdosis opioid pada tahun 2011.
Bukan Pejabat Trump Pertama yang Berbicara dengan Hamas
Witkoff bukanlah satu-satunya pejabat pemerintahan Trump yang pernah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan Hamas.
"Witkoff bukanlah pejabat pemerintahan Trump pertama yang pernah bertemu dengan Hamas," ungkap Times.
Dia menjelaskan, "Adam Boehler, utusan AS untuk tanggap penyanderaan, bertemu dengan para pejabat Hamas beberapa kali di Qatar pada bulan Maret dalam upaya mendesak pembebasan seorang warga negara Amerika-Israel yang saat itu ditawan oleh kelompok tersebut."
"Perundingan-perundingan itu tidak menghasilkan kesepakatan," ujar surat kabar itu.
Baca juga: India Buka Pangkalan Udara di Dekat China, Bisa untuk Pesawat Angkut Besar dan Jet Tempur
(sya)
Lihat Juga :