Pejuang Hamas yang Bersembunyi di Rafah Tak Akan Menyerah
Minggu, 09 November 2025 - 19:09 WIB
“Musuh harus tahu bahwa konsep menyerah dan menyerahkan diri tidak ada dalam kamus Brigade Al-Qassam,” kata kelompok itu, dilansir Al Arabiya.
BacaJuga: Berambisi Rebut Kiev, Warga Ukraina di Wilayah Dikuasai Rusia Akan Dipaksa untuk Ikut Berperang
Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan pada hari Kamis bahwa kesepakatan yang diusulkan untuk sekitar 200 pejuang akan menjadi ujian bagi proses yang lebih luas untuk melucuti senjata pasukan Hamas di seluruh Gaza.
Brigade Al-Qassam tidak berkomentar langsung mengenai perundingan yang sedang berlangsung mengenai para pejuang di Rafah tetapi menyiratkan bahwa krisis tersebut dapat memengaruhi gencatan senjata.
"Kami mengutamakan mediator di atas tanggung jawab mereka, dan mereka harus menemukan solusi untuk memastikan kelanjutan gencatan senjata dan mencegah musuh menggunakan dalih yang lemah untuk melanggarnya dan mengeksploitasi situasi untuk menargetkan warga sipil tak berdosa di Gaza," kata kelompok itu.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi AS berlaku di Gaza pada 10 Oktober, wilayah Rafah telah menjadi lokasi setidaknya dua serangan terhadap pasukan Israel, yang oleh Israel dituduhkan dilakukan oleh Hamas. Kelompok militan tersebut membantah bertanggung jawab.
BacaJuga: Berambisi Rebut Kiev, Warga Ukraina di Wilayah Dikuasai Rusia Akan Dipaksa untuk Ikut Berperang
Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan pada hari Kamis bahwa kesepakatan yang diusulkan untuk sekitar 200 pejuang akan menjadi ujian bagi proses yang lebih luas untuk melucuti senjata pasukan Hamas di seluruh Gaza.
Brigade Al-Qassam tidak berkomentar langsung mengenai perundingan yang sedang berlangsung mengenai para pejuang di Rafah tetapi menyiratkan bahwa krisis tersebut dapat memengaruhi gencatan senjata.
"Kami mengutamakan mediator di atas tanggung jawab mereka, dan mereka harus menemukan solusi untuk memastikan kelanjutan gencatan senjata dan mencegah musuh menggunakan dalih yang lemah untuk melanggarnya dan mengeksploitasi situasi untuk menargetkan warga sipil tak berdosa di Gaza," kata kelompok itu.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi AS berlaku di Gaza pada 10 Oktober, wilayah Rafah telah menjadi lokasi setidaknya dua serangan terhadap pasukan Israel, yang oleh Israel dituduhkan dilakukan oleh Hamas. Kelompok militan tersebut membantah bertanggung jawab.
Lihat Juga :