5 Fakta Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York
Rabu, 05 November 2025 - 16:24 WIB
3. Mengkritik Perang Israel
Mamdani termasuk di antara pejabat terpilih Amerika yang paling vokal mengkritik perang Israel di Gaza. Dalam unggahan di X pada 31 Oktober 2024, Mamdani menyatakan, "Saya akan selalu tegas dalam bahasa saya dan berdasarkan fakta: Israel sedang melakukan genosida."Ia juga merupakan pendukung kuat gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Dalam sebuah acara di Manhattan awal bulan ini, ia mengaitkan dukungan tersebut dengan "inti politik saya, yaitu antikekerasan".
Momen utama dalam kampanyenya muncul dalam sebuah wawancara dengan Mehdi Hasan pada Desember 2024, ketika ia ditanya apa yang akan ia lakukan jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi New York City. Mamdani menjawab dengan lugas: "Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika ia datang ke New York!"
"Ini adalah kota di mana nilai-nilai kita sejalan dengan hukum internasional. Sudah saatnya tindakan kita juga sejalan," ujarnya kepada Hasan, dilansir Al Jazeera.
Mamdani juga menolak menjauhkan diri dari slogan, "Globalisasikan Intifada", sebuah frasa yang dikritik oleh banyak pemimpin Yahudi dan komentator konservatif sebagai sesuatu yang provokatif dan anti-Semit.
Menanggapi pertanyaan tentang slogan tersebut, Mamdani mengatakan dalam sebuah episode podcast The Bulwark pada Juni 2025: "Sebagai seorang Muslim yang tumbuh pasca-9/11, saya sangat akrab dengan bagaimana kata-kata Arab dapat diputarbalikkan, dapat diputarbalikkan, dapat digunakan untuk membenarkan segala jenis makna." Ia enambahkan bahwa slogan tersebut lebih tentang solidaritas dengan orang-orang tertindas di seluruh dunia – bukan seruan untuk melakukan kekerasan.
Kampanye Cuomo juga mengangkat identitas Muslim Mamdani dan mengkritik sikap pro-Palestinanya, menuduhnya terlibat dalam anti-Semitisme. Kota New York, tempat kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa berada, merupakan rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di dunia di luar Israel.
Dalam sebuah wawancara pada Juni 2025, saat menanggapi ancaman Islamofobia yang diterimanya, Mamdani mengatakan: "Tidak ada ruang untuk anti-Semitisme di kota atau negara ini." Ia telah berulang kali menekankan bahwa kritiknya ditujukan pada kebijakan pemerintah AS dan Israel, bukan pada orang Yahudi.
Kampanye Mamdani didorong oleh lebih dari 22.000 relawan akar rumput dan dukungan dari tokoh-tokoh progresif terkemuka, seperti Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, dan Partai Keluarga Pekerja.
4. Sangat Ambisius dan Progresif
Platform kebijakan Mamdani yang ambisius dan progresif berfokus pada redistribusi kekayaan, perluasan layanan publik, dan transformasi kehidupan perkotaan.Salah satu proposal andalannya adalah menggratiskan semua bus kota pada tahun 2027. Mamdani telah menunjukkan keberhasilan program percontohan di mana bus bebas tarif menghasilkan peningkatan jumlah penumpang dan berkurangnya kekerasan terhadap pengemudi.
Perumahan merupakan pilar lain dari platform Mamdani. Ia mengusulkan pembekuan sewa untuk semua apartemen dengan sewa stabil, serta rencana pembentukan Badan Pengembangan Perumahan Sosial, yang akan membangun perumahan terjangkau permanen milik publik. Ia menyerukan perlindungan penyewa yang lebih kuat dan mengusulkan pengurangan kenaikan sewa di properti milik kota.
Lihat Juga :