AS Kerahkan Kapal Induk Tercanggih, Dikhawatirkan Menginvasi Venezuela

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:57 WIB
Di Caracas, Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengecam peningkatan kehadiran militer AS.

"Mereka berjanji tidak akan pernah terlibat lagi dalam perang, dan mereka justru 'mengada-adakan' perang," katanya kepada media pemerintah pada Jumat malam.

Selama berminggu-minggu, pemerintahan Trump telah mempertimbangkan untuk meningkatkan kampanye militer melawan kartel narkoba—serta upayanya untuk menggoyahkan pemerintahan presiden Venezuela–setelah kampanye awal serangan terhadap setidaknya sembilan kapal yang diduga sebagai kapal penyelundup narkoba.

Trump juga mengonfirmasi kepada para wartawan di Gedung Putih pada hari Kamis bahwa tahap selanjutnya dari kampanye militernya adalah menyerang target di darat.

"Darat akan menjadi target berikutnya," kata Trump. "Narkoba darat jauh lebih berbahaya bagi mereka. Akan jauh lebih berbahaya. Anda akan segera melihatnya," ujarnya.

Trump tidak membahas target negara mana yang akan diserang AS. Namun, dia mengarahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang duduk di sampingnya di acara Gedung Putih tentang pembatasan aliran narkoba ilegal ke AS, untuk memberi tahu Kongres tentang rencana pemerintah.

Ketika ditanya apakah dia akan mendeklarasikan perang terhadap kartel narkoba, Trump mengisyaratkan akan melanjutkan serangan individual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!