Hamas Tuding Israel Langgar Gencatan Senjata setelah Serangan Mematikan

Selasa, 14 Oktober 2025 - 21:30 WIB
Pemandangan umum bangunan-bangunan yang rusak berat dan runtuh akibat serangan Israel, setelah tentara Israel mundur dari Gaza menyusul perjanjian gencatan senjata pada 12 Oktober 2025 di lingkungan Sabra di selatan Kota Gaza, Gaza. Foto/Khames Alrefi/Ana
JALUR GAZA - Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, pada hari Selasa (14/10/2025) menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata setelah beberapa penduduk Jalur Gaza tewas dalam serangan dan tembakan Israel. Tudingan Hamas itu diungkap beberapa media Palestina.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan tindakan militer Israel merupakan "pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," menyusul laporan kematian warga sipil di berbagai wilayah Gaza.



"Pembunuhan sejumlah penduduk Jalur Gaza oleh tentara pendudukan Israel pagi ini melalui penembakan dan tembakan merupakan pelanggaran perjanjian gencatan senjata," tegas Qassem, seperti dikutip Quds News Network.

Ia meminta para mediator memantau tindakan Israel dan "mencegahnya mengingkari komitmennya untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!