5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Senin, 06 Oktober 2025 - 19:20 WIB
Sebastien Lecornu mundur karena alasan defisit anggaran hingga rasio utang mencapai 113 persen. Foto/X/@Pediavenir
PARIS - Kekacauan politik yang melanda Prancis meningkat drastis dengan pengunduran diri Perdana Menteri Sebastien Lecornu yang mengejutkan hanya beberapa minggu setelah diangkatnya. Itu menjerumuskan negara itu ke dalam krisis politik yang dahsyat.
Lecornu, mantan menteri pertahanan dan sekutu lama Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah mengumumkan kabinet baru pada hari Minggu. Kabinet baru, yang sebagian besar terdiri dari tokoh-tokoh penting, dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pertamanya pada hari Senin.
Baca Juga: Polandia Kerahkan Jet Tempur setelah Ada Serangan Rusia di dekat Perbatasan
Imbal hasil obligasi pemerintah 30 tahun, atau OAT, mencapai level tertinggi dalam satu bulan di 4,441% sebelum sedikit menurun. Demikian pula, imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik ke level tertinggi 10 hari di 3,5990%.
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
1. Sulit Menyatukan Politik yang Terpecah Belah
Lecornu, yang merupakan Perdana Menteri kelima Prancis dalam waktu kurang dari dua tahun, kesulitan menyatukan yang terpecah belah dan langsung berada di bawah tekanan yang sangat besar. Pengunduran diri yang tiba-tiba ini akan memberikan 'tekanan besar bagi Macron,' yang kini telah membentuk tiga pemerintahan minoritas yang gagal di tengah periode politik Prancis yang bergejolak.Lecornu, mantan menteri pertahanan dan sekutu lama Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah mengumumkan kabinet baru pada hari Minggu. Kabinet baru, yang sebagian besar terdiri dari tokoh-tokoh penting, dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pertamanya pada hari Senin.
Baca Juga: Polandia Kerahkan Jet Tempur setelah Ada Serangan Rusia di dekat Perbatasan
2. Ketidakstabilan Politik Prancis
Berita penunjukan Perdana Menteri yang tiba-tiba mengirimkan gelombang kejut yang nyata ke pasar Eropa, mencerminkan kekhawatiran investor yang mendalam atas ketidakstabilan politik Prancis.Imbal hasil obligasi pemerintah 30 tahun, atau OAT, mencapai level tertinggi dalam satu bulan di 4,441% sebelum sedikit menurun. Demikian pula, imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik ke level tertinggi 10 hari di 3,5990%.
Lihat Juga :