Gerah dengan AS, China: Stop Ikut Campur Urusan Negara Lain
Minggu, 13 September 2020 - 08:29 WIB
"Kami menyarankan beberapa orang di AS lebih baik mengelola urusan mereka sendiri terlebih dahulu, mematuhi prinsip-prinsip hubungan internasional dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara lain," cetusnya menurut transkrip yang dirilis oleh kementerian luar negeri di Beijing seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (13/9/2020).(Baca: Tegang dengan China, Kapal Induk Nuklir AS Siap Latihan Perang Besar-besaran )
Newsweek menghubungi Departemen Luar Negeri A.S. untuk memberikan komentar, tetapi tidak mendapatkan balasan tepat waktu untuk publikasi.
Komentar Wang muncul setelah Microsoft mengumumkan bahwa peretas China, Rusia, dan Iran telah melancarkan serangan siber terhadap orang-orang yang terlibat dalam kampanye Presiden Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Perusahaan yang berbasis di AS, yang menjual produk pendeteksi peretasan semacam itu, menuduh bahwa peretas China secara khusus menargetkan orang-orang dalam kampanye Biden. Sementara Microsoft mengatakan perangkat lunaknya mendeteksi dan memblokir sebagian besar serangan ini, perusahaan teknologi tersebut mengatakan bukti menunjukkan fakta bahwa kelompok peretas asing telah meningkatkan upaya mereka untuk menargetkan pemilu 2020.
Microsoft mendeteksi ribuan serangan dari Zirkonium, kelompok peretas yang beroperasi dari China, antara Maret dan September. Serangan itu menghasilkan hampir 150 compromise.
Newsweek menghubungi Departemen Luar Negeri A.S. untuk memberikan komentar, tetapi tidak mendapatkan balasan tepat waktu untuk publikasi.
Komentar Wang muncul setelah Microsoft mengumumkan bahwa peretas China, Rusia, dan Iran telah melancarkan serangan siber terhadap orang-orang yang terlibat dalam kampanye Presiden Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Perusahaan yang berbasis di AS, yang menjual produk pendeteksi peretasan semacam itu, menuduh bahwa peretas China secara khusus menargetkan orang-orang dalam kampanye Biden. Sementara Microsoft mengatakan perangkat lunaknya mendeteksi dan memblokir sebagian besar serangan ini, perusahaan teknologi tersebut mengatakan bukti menunjukkan fakta bahwa kelompok peretas asing telah meningkatkan upaya mereka untuk menargetkan pemilu 2020.
Microsoft mendeteksi ribuan serangan dari Zirkonium, kelompok peretas yang beroperasi dari China, antara Maret dan September. Serangan itu menghasilkan hampir 150 compromise.
Lihat Juga :