Takut Dilanda Kerusuhan, Singapura Tolak Masuk Aktivis Hong Kong
Senin, 29 September 2025 - 14:54 WIB
"Pemegang visa masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di titik masuk ke negara ini. Itulah yang terjadi dengan Nathan Law," katanya, seraya menambahkan bahwa Tuan Law dirujuk untuk "diinterogasi, dan penilaian imigrasi dan keamanan" setelah ia mendarat.
Baca Juga: Ada Billboard Bergambar Presiden Prabowo di Tel Aviv, Dicatut Israel?
Singapura dikenal berhati-hati terhadap politik luar negeri. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan tahun lalu, pemerintah mengatakan "mengambil sikap yang jelas dan tegas terhadap impor politik negara lain ke Singapura".
Dalam sebuah pernyataan, Law mengatakan ia yakin penolakan masuk tersebut karena alasan "politik". "Saya tidak yakin apakah kekuatan eksternal, seperti Republik Rakyat China, terlibat, secara langsung atau tidak langsung," katanya.
Law mengatakan ia mengajukan permohonan visa yang memungkinkannya "masuk sekali selama beberapa hari", dan permohonannya disetujui tiga minggu sebelum keberangkatannya. Ia mengatakan ia memegang Dokumen Perjalanan Pengungsi Inggris.
Pada hari Minggu, aktivis tersebut ditempatkan dengan penerbangan paling awal kembali ke San Francisco, tempat ia awalnya berangkat.
Penyelenggara acara yang seharusnya ia hadiri menolak berkomentar kepada BBC.
Baca Juga: Ada Billboard Bergambar Presiden Prabowo di Tel Aviv, Dicatut Israel?
Singapura dikenal berhati-hati terhadap politik luar negeri. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan tahun lalu, pemerintah mengatakan "mengambil sikap yang jelas dan tegas terhadap impor politik negara lain ke Singapura".
Dalam sebuah pernyataan, Law mengatakan ia yakin penolakan masuk tersebut karena alasan "politik". "Saya tidak yakin apakah kekuatan eksternal, seperti Republik Rakyat China, terlibat, secara langsung atau tidak langsung," katanya.
Law mengatakan ia mengajukan permohonan visa yang memungkinkannya "masuk sekali selama beberapa hari", dan permohonannya disetujui tiga minggu sebelum keberangkatannya. Ia mengatakan ia memegang Dokumen Perjalanan Pengungsi Inggris.
Pada hari Minggu, aktivis tersebut ditempatkan dengan penerbangan paling awal kembali ke San Francisco, tempat ia awalnya berangkat.
Penyelenggara acara yang seharusnya ia hadiri menolak berkomentar kepada BBC.
Lihat Juga :