Jenderal Penasihat Khamenei Desak Iran Gabung Pakta Pertahanan Arab Saudi-Pakistan

Senin, 29 September 2025 - 12:25 WIB
Riyadh menegaskan bahwa kesepakatan itu bukanlah respons terhadap peristiwa tertentu, melainkan puncak dari perundingan selama bertahun-tahun.

Pakta pertahanan baru tersebut, yang digambarkan oleh seorang pejabat senior Arab Saudi sebagai "perjanjian pertahanan komprehensif yang mencakup semua sarana militer", menyatakan bahwa agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap keduanya.

Pakistan, satu-satunya negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang memiliki senjata nuklir, telah lama menempatkan pasukan di Kerajaan Arab Saudi dan memberikan dukungan teknis dan operasional kepada militernya.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menandatangani pakta tersebut bersama panglima militer Pakistan yang berpengaruh, Asim Munir.

Di tempat lain dalam sambutannya, Safavi mengatakan Iran meluncurkan lebih dari 500 rudal jarak jauh selama perang 12 hari melawan Israel pada Juni lalu, tetapi mengakui kelemahan dalam pertahanan udara dan intelijen Teheran.

"Penilaian asing menunjukkan 60% yakin Iran menang, karena Israel tidak mencapai tujuannya," ujarnya, tanpa menyebut sumber mana pun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!