Trump Akan Bahas Gaza Bersama Prabowo dan Pemimpin Negara Muslim

Selasa, 23 September 2025 - 14:12 WIB
Serangan brutal Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat seluruh penduduk Gaza mengungsi, dan memicu krisis kelaparan. Berbagai pakar hak asasi manusia, akademisi, dan penyelidikan PBB menilai hal itu merupakan genosida.

Israel menyebut tindakannya sebagai pembelaan diri setelah serangan Oktober 2023 oleh kelompok militan Hamas yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Israel juga telah mengebom Iran, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Qatar selama perangnya di Gaza.

Trump telah menjanjikan akhir yang cepat dari perang di Gaza, tetapi resolusinya masih sulit dicapai setelah delapan bulan masa jabatannya.

Masa jabatan Trump dimulai dengan gencatan senjata selama dua bulan antara Israel dan Hamas, yang berakhir ketika serangan Israel menewaskan 400 warga Palestina pada 18 Maret. Baru-baru ini, gambar-gambar warga Palestina yang kelaparan, termasuk anak-anak, telah memicu kemarahan global terhadap serangan Israel di Gaza.

Pada bulan Februari, Trump mengusulkan pengambilalihan Gaza oleh AS dan pemindahan permanen warga Palestina dari sana. Usulan tersebut dicap sebagai "pembersihan etnis" oleh para pakar hak asasi manusia dan PBB. Pengusiran paksa adalah ilegal menurut hukum internasional. Trump menggambarkan rencana tersebut sebagai gagasan pembangunan kembali.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!