Trump Akan Bahas Gaza Bersama Prabowo dan Pemimpin Negara Muslim

Selasa, 23 September 2025 - 14:12 WIB
loading...
Trump Akan Bahas Gaza...
Presiden Indonesia Prabowo Subianto pidato di Sidang Umum PBB. Presiden AS Donald Trump akan bahas Gaza bersama Prabowo dan para pemimpin Muslim. Foto/YouTube/UN News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan para pemimpin dan pejabat dari berbagai negara mayoritas Muslim hari ini (23/9/2025) untuk membahas situasi di Gaza. Wilayah Palestina itu telah luluh lantak dibombardir sekutu utama Washington; Israel.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan kepada wartawan kemarin bahwa Trump akan mengadakan pertemuan multilateral dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, Turki, dan Pakistan.

Menurut laporan Reuters, Selasa (23/9/2025), seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Gaza memang menjadi topik pembicaraan.

Baca Juga: Prancis Resmi Akui Negara Palestina, Israel Makin Murka

Axios melaporkan bahwa Trump akan menyampaikan proposal perdamaian dan pemerintahan pascaperang di Gaza kepada para pemimpin negara mayoritas Muslim tersebut.

Laporan itu menambahkan, selain membebaskan para sandera Israel dan mengakhiri perang, Trump diperkirakan akan membahas rencana AS seputar penarikan pasukan Israel dan pemerintahan pascaperang di Gaza, tanpa keterlibatan Hamas.

Washington ingin negara-negara Arab dan Muslim sepakat untuk mengirim pasukan militer ke Gaza guna memungkinkan penarikan pasukan Israel dan mengamankan pendanaan untuk program transisi dan pembangunan kembali wilayah tersebut.

Trump akan berpidato di Majelis Umum PBB hari ini, sehari setelah puluhan pemimpin dunia berkumpul di PBB untuk mendukung Negara Palestina, sebuah langkah diplomatik penting yang telah berlangsung hampir dua tahun dalam perang Gaza yang menghadapi perlawanan sengit dari Israel dan Amerika Serikat.

Kedua negara mengatakan solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian, tetapi Israel mengatakan pengakuan Negara Palestina merupakan hadiah bagi ekstremisme.

Serangan brutal Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat seluruh penduduk Gaza mengungsi, dan memicu krisis kelaparan. Berbagai pakar hak asasi manusia, akademisi, dan penyelidikan PBB menilai hal itu merupakan genosida.

Israel menyebut tindakannya sebagai pembelaan diri setelah serangan Oktober 2023 oleh kelompok militan Hamas yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Israel juga telah mengebom Iran, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Qatar selama perangnya di Gaza.

Trump telah menjanjikan akhir yang cepat dari perang di Gaza, tetapi resolusinya masih sulit dicapai setelah delapan bulan masa jabatannya.

Masa jabatan Trump dimulai dengan gencatan senjata selama dua bulan antara Israel dan Hamas, yang berakhir ketika serangan Israel menewaskan 400 warga Palestina pada 18 Maret. Baru-baru ini, gambar-gambar warga Palestina yang kelaparan, termasuk anak-anak, telah memicu kemarahan global terhadap serangan Israel di Gaza.

Pada bulan Februari, Trump mengusulkan pengambilalihan Gaza oleh AS dan pemindahan permanen warga Palestina dari sana. Usulan tersebut dicap sebagai "pembersihan etnis" oleh para pakar hak asasi manusia dan PBB. Pengusiran paksa adalah ilegal menurut hukum internasional. Trump menggambarkan rencana tersebut sebagai gagasan pembangunan kembali.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved