NATO Didesak Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, Perang Dunia III Bisa Pecah

Minggu, 21 September 2025 - 05:50 WIB
Tallinn juga meminta konsultasi mendesak dengan sesama anggota NATO berdasarkan Pasal 4 perjanjian blok tersebut. Insiden itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Polandia—anggota NATO lainnya—menuduh Rusia mengirim setidaknya 19 pesawat nirawak ke wilayah udaranya, sebuah klaim yang juga dibantah Moskow. Blok tersebut menanggapi dengan meningkatkan patroli udara di atas Polandia.

Pada tahun 2015, Angkatan Udara Turki menembak jatuh pesawat pengebom Su-24 Rusia yang sedang bertugas dalam misi anti-teroris di Suriah. Pesawat tersebut jatuh di wilayah yang dikuasai kelompok militan, dan salah satu pilot tewas di darat setelah melontarkan diri.

Ankara saat itu bersikeras pesawat Moskow tersebut terbang menerobos wilayah udara Turki hingga akhirnya ditembak jatuh.

Penembakan tersebut menyebabkan hubungan Turki-Rusia memburuk, di mana Moskow menjatuhkan sanksi kepada Ankara yang berdampak pada perdagangan dan pariwisata. Presiden Recep Tayyip Erdogan secara pribadi meminta maaf pada tahun 2016, dan Moskow mencabut sepenuhnya pembatasan tersebut tiga tahun kemudian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mencemooh pernyataan Sakaliene dengan mengatakan bahwa menteri tersebut hanya menunjukkan kompetensi dalam fobianya sendiri dan berharap agar dia berprestasi di bidang profesionalnya, merujuk pada latar belakang menteri tersebut di bidang psikologi hukum.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!