10 Negara Sekutu Zionis yang Tolak Solusi 2 Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia

Minggu, 14 September 2025 - 18:32 WIB
Melansir Newsweek, Riyad Mansour, duta besar Palestina untuk PBB, mengatakan dukungan terhadap resolusi tersebut mencerminkan "kerinduan hampir semua orang, komunitas internasional, untuk membuka pintu bagi pilihan perdamaian."

Tanpa menyebut nama Israel, ia berkata, "Kami mengundang sebuah partai yang masih mendorong opsi perang dan penghancuran, dan berupaya melenyapkan rakyat Palestina serta merampas tanah mereka, dengarkanlah nalar sehat — nalar logika untuk menangani masalah ini secara damai, dan dengarkanlah pesan luar biasa yang telah bergema di Majelis Umum hari ini."

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menepis resolusi tersebut sebagai "sandiwara", dengan mengatakan bahwa satu-satunya pihak yang diuntungkan adalah Hamas.

"Deklarasi sepihak ini tidak akan dikenang sebagai langkah menuju perdamaian, melainkan hanya sebagai isyarat kosong yang melemahkan kredibilitas majelis ini," ujarnya.

Penasihat Misi AS Morgan Ortagus mengatakan resolusi tersebut "adalah satu lagi aksi publisitas yang salah arah dan tidak tepat waktu yang melemahkan upaya diplomatik serius untuk mengakhiri konflik." Jangan salah, resolusi ini adalah hadiah untuk Hamas."

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan pada X: "Untuk pertama kalinya hari ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi sebuah teks yang mengutuk [Hamas] atas kejahatannya dan menyerukan penyerahan diri dan pelucutan senjatanya."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!