6 Penyebab Pemerintahan Macron Runtuh, dari Ukraina hingga Penghematan

Senin, 08 September 2025 - 18:35 WIB
Pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron diguncang. Foto/X/@EmmanuelMacron
PARIS - Pemerintah Prancis sekali lagi berada di ambang kehancuran. Perdana Menteri Francois Bayrou menghadapi kekalahan yang hampir pasti dalam mosi tidak percaya atas rencana penghematan yang disengketakan.

Itu menjadi sebuah pertikaian yang mengancam otoritas Presiden Emmanuel Macron di dalam negeri dan menimbulkan keraguan atas kemampuan Paris untuk memenuhi janji-janji ambisiusnya di luar negeri – termasuk jaminan keamanan untuk Ukraina.



6 Penyebab Pemerintahan Macron Runtuh, dari Ukraina hingga Penghematan

1. Dipicu Penghematan yang Diusung PM Francois Bayrou

Bayrou mempertaruhkan kelangsungan hidupnya pada pemungutan suara mosi tidak percaya yang dijadwalkan pada Senin, 8 September. Yang dipermasalahkan adalah paket penghematan senilai €44 miliar, yang bertujuan untuk mengurangi defisit Prancis dari 5,4% PDB pada tahun 2025 menjadi 4,6% pada tahun 2026. Berdasarkan aturan fiskal Uni Eropa, pagu resminya adalah 3%, sehingga Brussels menekan Paris untuk memangkas lebih dalam.

Namun, rencana tersebut – yang mencakup pengurangan hari libur nasional dan kenaikan iuran layanan kesehatan – telah memicu kemarahan di dalam negeri. Serikat pekerja sedang mempersiapkan aksi mogok, sementara partai-partai oposisi, dari sayap kiri ekstrem hingga sayap kanan ekstrem, telah berjanji untuk memberikan suara menentang Bayrou. Dengan pemerintahannya yang sudah minoritas, hanya sedikit orang di Paris yang percaya bahwa ia dapat bertahan.

Baca Juga: Trump Beri Peringatan Terakhir, Hamas Siap Bernegosiasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!