Korsel Protes Penahanan 300 Warganya dalam Penggerebekan Pabrik Baterai Hyundai di AS

Minggu, 07 September 2025 - 10:03 WIB
Banyak yang dilaporkan memasuki AS dengan visa bisnis jangka pendek atau melalui Program Bebas Visa, tetapi otoritas imigrasi menyimpulkan bahwa aktivitas mereka di lokasi tersebut tidak sesuai dengan tujuan tinggal mereka.

“Aktivitas ekonomi perusahaan investasi kami dan hak-hak warga negara kami tidak boleh dilanggar secara tidak adil selama operasi penegakan hukum AS,” kata Kementerian Luar Negeri Korsel dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Reuters, Minggu (7/9/2025).

“Kami juga telah menyampaikan kekhawatiran dan penyesalan kami melalui Kedutaan Besar AS di Seoul, mendesak mereka untuk memastikan bahwa hak dan kepentingan sah warga negara kami dilindungi sepenuhnya," lanjut pernyataan tersebut.

Kementerian itu menambahkan bahwa Presiden Lee Jae-myung telah memerintahkan “respons menyeluruh” untuk menyelesaikan masalah ini, dengan Seoul mempertimbangkan “kunjungan pejabat tinggi ke AS.”

Presiden AS Donald Trump telah menjadikan pemberantasan imigrasi ilegal sebagai fokus utama pemerintahannya, dan berjanji untuk melaksanakan deportasi imigran kriminal terbesar dalam sejarah negaranya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!