Netanyahu Tuding Mesir Tak akan Buka Perlintasan Rafah untuk Warga Palestina yang Diusir Israel

Jum'at, 05 September 2025 - 19:21 WIB
Pemandangan perlintasan perbatasan Rafah di sisi Mesir di Rafah, Mesir pada 1 Februari 2025. Foto/Mohamed Elshahed/Anadolu Agency
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia dapat "membuka perlintasan Rafah bagi warga Palestina, tetapi akan segera ditutup oleh Mesir." Pernyataan itu merujuk pada penolakan tegas Kairo terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.

Pernyataannya ini merupakan bagian dari upaya Israel-Amerika Serikat (AS) untuk mendorong pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza ke negara-negara tetangga, termasuk Mesir, yang sangat menentang rencana tersebut.



Warga Palestina di Jalur Gaza bersikeras untuk tetap tinggal di tanah mereka dan menolak semua skema pemindahan paksa.

Dalam wawancara dengan saluran Telegram Israel, Abu Ali Express, Netanyahu mengklaim, “Terdapat berbagai rencana untuk membangun kembali Gaza, tetapi separuh penduduk ingin meninggalkan Gaza. Ini bukan pengusiran massal."

Ia melanjutkan dengan mengatakan, "Saya dapat membuka Rafah untuk mereka, tetapi akan segera ditutup oleh Mesir."

Dia menyatakan, "Hak untuk meninggalkan Gaza adalah hak dasar bagi setiap warga Palestina."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!