Senapan Penembak Massal Gereja AS Bertuliskan 'Bunuh Trump' dan 'Bakar Israel'

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:45 WIB
Ada juga tulisan "Nuklir India", "Di mana Tuhanmu?" dan "Untuk anak-anak" di beberapa magazine.

Menteri Dalam Negeri AS Kristi Noem mengonfirmasi keaslian video tersebut, dengan mengatakan bahwa "pembunuh yang sangat sakit hati" menuliskan kata-kata "Untuk Anak-Anak" dan "Di Mana Tuhanmu?" serta "Bunuh Donald Trump" pada magazine senapan.

"Tingkat kekerasan ini tidak terpikirkan," tulis Noem di X, Kamis (28/8/2025).

Para pejabat mengatakan Westman membeli senjata-senjata tersebut secara legal, tidak memiliki catatan kriminal yang diketahui, dan bertindak sendiri.

Presiden Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera AS setengah tiang di seluruh negeri sebagai tanda berkabung.

Penembakan di Gereja Katolik Annunciation, yang merupakan bagian dari sekolah Katolik, dilaporkan merupakan insiden penembakan ke-146 di AS sejak Januari.

Sementara itu, surat terakhir Westman telah ditemukan, di mana dia menulis permintaan maaf kepada keluarganya.

"Saya tidak mengharapkan pengampunan, dan saya tidak mengharapkan permintaan maaf apa pun. Saya harus memikul beban yang berat. Tetapi kepada keluarga saya dan orang-orang terdekat saya, saya sungguh meminta maaf atas dampak tindakan saya terhadap kehidupan Anda. Ketahuilah bahwa saya sangat peduli kepada Anda semua, dan sungguh menyakitkan bagi saya untuk membawa badai kekacauan ini ke dalam hidup Anda. Ini akan memengaruhi lebih banyak orang daripada mereka yang terlibat langsung," bunyi surat tulisan tangan Westman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!