Siapkan Perang Jangka Panjang dengan Israel, Houthi Siagakan Persenjataan Canggih di Laut Merah
Senin, 18 Agustus 2025 - 19:49 WIB
Houthi menyiapkan perang jangka panjang dengan Israel. Foto/X
GAZA - Sebuah laporan berbahasa Ibrani mengatakan Houthi telah mentransfer rudal, peluncur roket, sistem drone, dan peralatan lainnya ke beberapa provinsi. Itu dilakukan untuk memulihkan infrastruktur komunikasi dan teknologi yang rusak akibat serangan AS.
Menurut Line of Defence, sebuah platform yang khusus menangani urusan keamanan dan militer, sumber-sumber keamanan Yaman mengatakan pada hari Minggu bahwa gerakan Ansar Allah (Houthi) memindahkan persenjataan canggih dan peralatan militer ke wilayah pesisir barat yang menghadap Laut Merah. Mereka juga mengerahkan kembali amunisi angkatan laut, pesisir, dan pertahanan di pegunungan barat.
Platform tersebut mengutip sumber-sumber yang mengatakan bahwa Houthi telah memindahkan rudal, sistem roket, teknologi drone, dan peralatan pemandu ke provinsi Hodeidah dan Hajjah, serta ke wilayah barat Raymah, Dhamar, Mahwit, dan Ibb, di samping wilayah Taiz yang berada di bawah kendali mereka. Laporan yang diterbitkan oleh Maariv tersebut mempertanyakan apakah Houthi sedang mempersiapkan konfrontasi jangka panjang.
Baca Juga: Takut Pertengkaran dengan Trump Terulang, Presiden Zelensky Dikawal 7 Pemimpin Eropa
Menurut Line of Defence, sebuah platform yang khusus menangani urusan keamanan dan militer, sumber-sumber keamanan Yaman mengatakan pada hari Minggu bahwa gerakan Ansar Allah (Houthi) memindahkan persenjataan canggih dan peralatan militer ke wilayah pesisir barat yang menghadap Laut Merah. Mereka juga mengerahkan kembali amunisi angkatan laut, pesisir, dan pertahanan di pegunungan barat.
Platform tersebut mengutip sumber-sumber yang mengatakan bahwa Houthi telah memindahkan rudal, sistem roket, teknologi drone, dan peralatan pemandu ke provinsi Hodeidah dan Hajjah, serta ke wilayah barat Raymah, Dhamar, Mahwit, dan Ibb, di samping wilayah Taiz yang berada di bawah kendali mereka. Laporan yang diterbitkan oleh Maariv tersebut mempertanyakan apakah Houthi sedang mempersiapkan konfrontasi jangka panjang.
Baca Juga: Takut Pertengkaran dengan Trump Terulang, Presiden Zelensky Dikawal 7 Pemimpin Eropa
Lihat Juga :