Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Seret Zionis ke Jurang Kehancuran

Minggu, 17 Agustus 2025 - 18:30 WIB
Netanyahu, katanya, juga telah menyesatkan Presiden AS Donald Trump dan para ajudannya, meyakinkan mereka bahwa Israel hanya punya dua pilihan: menyerah kepada Hamas atau terus berperang hingga semua pejuangnya tersingkir.

"Trump tidak mengerti apa pun tentang urusan militer dan sepenuhnya bergantung pada Netanyahu," kata Barak, seraya menambahkan bahwa perdana menteri Israel berhasil mendapatkan persetujuan Amerika untuk melanjutkan "perang yang sia-sia."

Berargumen bahwa perang yang sedang berlangsung pada akhirnya menguntungkan Hamas, Barak mengatakan, "Israel akan semakin terpuruk di Gaza dan tidak akan mampu melenyapkan gerakan tersebut dengan cara ini."

"Kita mungkin tidak sependapat dengan beberapa pemimpin sebelumnya, tetapi mereka bukanlah pengecut atau pembohong. Hari ini kita hidup di bawah kepemimpinan yang telah kehilangan arah," katanya.

Perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah merenggut nyawa setidaknya 61.897 orang dan melukai 155.660 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Lebih lanjut, setidaknya 10.000 orang masih hilang, diduga tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza.

Agresi Israel juga mengakibatkan pengungsian paksa hampir dua juta orang dari seluruh Jalur Gaza, dengan sebagian besar pengungsi terpaksa pindah ke kota Rafah yang padat penduduk di selatan, dekat perbatasan dengan Mesir – dalam apa yang telah menjadi eksodus massal terbesar Palestina sejak Nakba 1948.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!