Israel akan Duduki Kota Gaza, Bagaimana Reaksi Dunia?

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 18:15 WIB
Dia menegaskan, "Tindakan ini tidak akan mengakhiri konflik ini atau membantu mengamankan pembebasan para sandera. Tindakan ini hanya akan membawa lebih banyak pertumpahan darah."

Kementerian Luar Negeri Turki



Turkiye mengatakan keputusan mengambil alih Kota Gaza bertujuan menggusur paksa warga Palestina dan menyerukan para pemimpin internasional mencegah rencana tersebut terlaksana.

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya guna mencegah penerapan keputusan ini, yang bertujuan menggusur paksa warga Palestina dari tanah mereka sendiri," tegas Kementerian Luar Negeri Turki, menurut Reuters.

Kementerian Luar Negeri China



China menyatakan "kekhawatiran serius" atas rencana Israel menguasai Kota Gaza dan mendesaknya "segera menghentikan tindakan berbahayanya".

"Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China kepada AFP.

"Cara yang tepat untuk meredakan krisis kemanusiaan di Gaza dan mengamankan pembebasan sandera adalah gencatan senjata segera," tambah mereka.

Menteri Luar Negeri Australia



Menanggapi pernyataan Netanyahu bahwa militer Israel akan menguasai seluruh Jalur Gaza, Canberra memperingatkan perluasan wilayah tersebut akan memperdalam bencana kemanusiaan di Gaza.

"Penggusuran paksa permanen merupakan pelanggaran hukum internasional," ungkap Menteri Luar Negeri Penny Wong, seraya kembali menyerukan gencatan senjata segera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!