Siapa Ulf Kristersson? PM Swedia yang Sering Pakai Chatgpt untuk Mengambil Keputusan

Kamis, 07 Agustus 2025 - 04:50 WIB
Melansir Britannica, semasa muda, ia adalah seorang pesenam elit. Sejak remaja, ia mulai menunjukkan minat yang besar terhadap politik, dan, saat menjadi siswa SMA di Gimnasium St. Eskil di Eskilstuna, Kristersson dan beberapa temannya membentuk sebuah cabang Pemuda Sekolah Moderat (Moderat skolungdom), organisasi Partai Moderat untuk warga Swedia usia SMP dan SMA. Setelah lulus SMA, Kristersson bertugas di militer.

Setelah lulus dari Universitas Uppsala pada tahun 1985, ia meraih gelar sarjana ekonomi pada tahun 1988. Pada tahun yang sama, Kristersson terpilih sebagai ketua Liga Pemuda Moderat (Moderata ungdomsförbundet).

Empat tahun kemudian, ketika organisasi tersebut bertemu di Lycksele, organisasi tersebut terpecah belah oleh konflik ideologis antara faksi libertarian, yang dipimpin oleh Kristersson, dan faksi konservatif, yang dipimpin oleh Fredrik Reinfeldt, yang kemudian menggulingkan Kristersson sebagai ketua. Pertempuran Lycksele merupakan awal dari persaingan politik yang panjang antara Kristersson dan Reinfeldt.

4. Memiliki Tiga Putri Angkat dari China

Kristersson telah menikah. Ia dan istrinya adalah orang tua dari tiga putri angkat dari China. Mereka memiliki seekor anjing Welsh Springer Spaniel. Kristersson gemar berburu, berlari, berjalan-jalan di alam, dan fotografi. Ia juga penggemar komik dan karakter kartun Tintin.

Setelah menghabiskan sebagian besar sejarah awalnya sebagai partai pinggiran sayap kanan, Partai Moderat bergeser ke arah tengah pada tahun 1980-an seiring dengan perkembangannya menjadi partai terbesar kedua di Swedia dan berpartisipasi dalam pemerintahan koalisi yang berkuasa.

Namun, meningkatnya popularitas Partai Demokrat Swedia yang anti-imigran dan berhaluan kanan ekstrem pada tahun 2010-an, mulai mendorong Partai Moderat lebih jauh ke kanan lagi, terutama setelah gelombang besar migran ke Swedia akibat krisis migran tahun 2015, di mana lebih dari satu juta migran memasuki Eropa setelah melarikan diri dari kekacauan di Timur Tengah (terutama Perang Saudara Suriah) dan Afrika.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!