Rusia Jadikan Ukraina Kelinci Percobaan untuk Bom Luncur Maut UMPB-5

Minggu, 03 Agustus 2025 - 09:54 WIB
John Hardie dari FDD mengatakan kegagalan Rusia untuk menghancurkan sebagian besar pertahanan udara Ukraina pada awal invasi mendorong Moskow untuk segera mengembangkan bom luncur murah dengan jangkauan standoff yang akan memungkinkan Angkatan Udara-nya memainkan peran yang lebih besar.

"Tampaknya merupakan turunan yang lebih kuat dari bom yang diperkenalkan tahun lalu, yang mencerminkan upaya Angkatan Udara Rusia untuk mengembangkan semakin banyak variasi amunisi berpemandu jarak jauh yang murah," katanya, seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (3/8/2025).

"Apakah Rusia akan mengatasi kekurangannya dalam menghancurkan pertahanan udara musuh adalah masalah yang akan jauh lebih sulit dipecahkan," imbuh Hardie.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan UMPB-5 pertama kali digunakan di wilayah Sumy, Ukraina, dan kemudian dalam dua hari serangan berturut-turut di kota Kharkiv pada 24 dan 25 Juli; salah satu serangan menghantam sebuah rumah sakit.

Dalam serangan kedua, sebuah jet tempur Su-34 melepaskan bom sekitar 65 mil dari wilayah Belgorod, Rusia; hal ini menurut Spartak Borysenko—pejabat dari Kejaksaan Kharkiv—, yang menyelidiki serangan semacam itu sebagai kejahatan perang.

"UMPB-5 adalah amunisi baru yang mulai digunakan Rusia sekitar dua bulan lalu, mereka saat ini sedang mengujinya, dan karakteristik pastinya belum diketahui secara pasti," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!