Sudah 12 Hancur Total, Mengapa Jet Tempur Siluman F-35 Terus Jatuh?
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 10:12 WIB
Faktor keterjangkauan belum sepenuhnya terbukti. Sejak 2015, ketika jet-jet tempur tersebut dinyatakan siap misi, meningkatnya kekhawatiran pemerintah dan warga sipil tentang biaya program F-35 telah mengaburkan reputasi mereka sebagai salah satu pesawat paling canggih secara teknis di gudang senjata AS.
Sebelum menjadi presiden, Donald Trump mencuit pada tahun 2016 bahwa biaya program F-35 "di luar kendali."
Setiap F-35 menghabiskan biaya puluhan juta dolar untuk pembuatannya, dan Departemen Pertahanan memiliki sekitar 620 unit pada tahun 2024, menurut laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO) yang dirilis pada Juni 2025.
"Biaya operasional dan dukungan F-35 melebihi USD5 miliar pada tahun 2023," demikian temuan laporan tersebut.
Kecelakaan terbaru ini bukanlah yang pertama di Amerika Serikat pada tahun 2025. Pada bulan Januari, sebuah F-35 jatuh ke tanah di Alaska, menyebabkan ledakan api di pangkalan Angkatan Udara yang terekam dalam rekaman video dramatis. Dalam kecelakaan itu, para pejabat mengatakan pilot, yang berhasil melontarkan diri dengan selamat, mengalami "malfungsi dalam penerbangan".
Pada Mei 2024, seorang pilot di New Mexico mengalami cedera serius setelah melontarkan diri dari F-35 sebelum jatuh di dekat lapangan terbang di Albuquerque.
Pada September 2023, seorang pilot melontarkan diri dari F-35 dan terjun payung ke halaman belakang di Charleston, Carolina Selatan. Jet itu terbang tanpa awak selama beberapa menit sebelum jatuh di lapangan sekitar 96 kilometer jauhnya.
Laporan jatuhnya F-35 menjadi berita utama nasional dan menimbulkan gelombang kekhawatiran baru atas keselamatan dan keandalan pesawat. Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan kecelakaan minggu ini atau apakah itu bagian dari suatu pola, hal itu seharusnya mendorong peninjauan lebih dekat terhadap data tersebut, kata Stringer.
Sebelum menjadi presiden, Donald Trump mencuit pada tahun 2016 bahwa biaya program F-35 "di luar kendali."
Setiap F-35 menghabiskan biaya puluhan juta dolar untuk pembuatannya, dan Departemen Pertahanan memiliki sekitar 620 unit pada tahun 2024, menurut laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO) yang dirilis pada Juni 2025.
"Biaya operasional dan dukungan F-35 melebihi USD5 miliar pada tahun 2023," demikian temuan laporan tersebut.
Mengapa Jet Tempur F-35 Terus Jatuh?
Kecelakaan terbaru ini bukanlah yang pertama di Amerika Serikat pada tahun 2025. Pada bulan Januari, sebuah F-35 jatuh ke tanah di Alaska, menyebabkan ledakan api di pangkalan Angkatan Udara yang terekam dalam rekaman video dramatis. Dalam kecelakaan itu, para pejabat mengatakan pilot, yang berhasil melontarkan diri dengan selamat, mengalami "malfungsi dalam penerbangan".
Pada Mei 2024, seorang pilot di New Mexico mengalami cedera serius setelah melontarkan diri dari F-35 sebelum jatuh di dekat lapangan terbang di Albuquerque.
Pada September 2023, seorang pilot melontarkan diri dari F-35 dan terjun payung ke halaman belakang di Charleston, Carolina Selatan. Jet itu terbang tanpa awak selama beberapa menit sebelum jatuh di lapangan sekitar 96 kilometer jauhnya.
Laporan jatuhnya F-35 menjadi berita utama nasional dan menimbulkan gelombang kekhawatiran baru atas keselamatan dan keandalan pesawat. Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan kecelakaan minggu ini atau apakah itu bagian dari suatu pola, hal itu seharusnya mendorong peninjauan lebih dekat terhadap data tersebut, kata Stringer.
Lihat Juga :