Siapa Shi Yongxin? Kepala Kuil Shaolin yang Diselidiki dalam Skandal Seks dan Penggelapan Uang

Selasa, 29 Juli 2025 - 03:30 WIB
Pada bulan Februari, Shi memimpin delegasi biksu dari Kuil Shaolin ke Vatikan untuk bertemu dengan Paus Fransiskus.

Baca Juga: Perang Hari Ke-5, Kamboja Tuduh Thailand Gunakan Senjata Kimia

2. Pernah Dapat Mobil dari Pemerintah Daerah

Namun, berita utama yang kurang menyenangkan telah menghantui biksu Buddha tersebut selama bertahun-tahun – termasuk penerimaannya atas mobil senilai 1 juta yuan (USD140.000) dari pemerintah daerah sebagai hadiah karena mempromosikan pariwisata pada tahun 2006.

Menanggapi protes publik saat itu, Shi mengatakan kepada media pemerintah: “Para biksu juga warga negara. Kami telah memenuhi tugas dan berkontribusi kepada masyarakat, jadi sudah sepantasnya kami menerima penghargaan.”

Fokusnya dalam mempromosikan merek Shaolin dan mengubahnya menjadi bisnis bernilai jutaan dolar telah menuai kritik pedas, terutama dari beberapa pengikut yang menganggap komersialisasi berlebihan merusak integritas spiritual lembaga keagamaan tersebut.

3. Mementaskan Pertunjukan Kung Fu Shaolin di Seluruh Dunia

Ia mementaskan pertunjukan kung fu Shaolin di seluruh dunia, melisensikan nama kuil untuk kartun, film, dan permainan video, serta membangun kerajaan bisnis yang mencakup penerbitan, pengobatan tradisional China, pengembangan pariwisata, dan real estat.

Sementara itu, Shi membela upayanya untuk mengomersialkan merek Shaolin dan mempromosikannya secara global.

4. Membuka Cabang di Australia

Setelah menulis cek senilai USD3 juta kepada sebuah kota di Australia pada tahun 2015 untuk membangun cabang Shaolin di sana, Shi Yongxin mengatakan kepada kantor berita pemerintah Xinhua: "Jika China dapat mengimpor resor Disney, mengapa negara lain tidak dapat mengimpor Biara Shaolin?"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!