Mengapa Thailand dan Kamboja Tiba-tiba Perang? Ini yang Sebenarnya Terjadi
Jum'at, 25 Juli 2025 - 08:01 WIB
Kedua belah pihak saling menuduh dan mengatakan mereka bertindak untuk membela diri.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan telah terjadi serangan tak beralasan oleh pasukan Thailand, dan pasukan Kamboja merespons untuk membela diri.
Meskipun kedua negara kemudian menyatakan sepakat untuk meredakan situasi, otoritas Kamboja dan Thailand terus menerapkan atau mengancam tindakan selain penggunaan kekuatan bersenjata, sehingga ketegangan tetap tinggi.
Thailand menerapkan pembatasan ketat di perbatasan dengan Kamboja yang menghentikan hampir semua penyeberangan kecuali untuk pelajar, pasien medis, dan orang lain dengan kebutuhan esensial. Pada hari Kamis, otoritas Thailand mengumumkan bahwa mereka menutup perbatasan sepenuhnya.
Kamboja juga melarang film dan acara TV Thailand, menghentikan impor bahan bakar, buah-buahan, dan sayuran Thailand, serta memboikot beberapa koneksi internet internasional dan pasokan listrik dari negara-negara tetangganya.
Kedua negara tetangga tersebut terlibat dalam perselisihan sengit mengenai wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, tempat perbatasan kedua negara dan Laos bertemu, dan yang merupakan rumah bagi beberapa kuil kuno.
Perselisihan ini telah berlangsung selama beberapa dekade, berkobar menjadi bentrokan militer berdarah lebih dari 15 tahun yang lalu dan kembali terjadi pada bulan Mei, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak.
Sengketa perbatasan telah menyebabkan ketegangan berkala antara kedua negara tetangga.
Thailand dan Kamboja berbagi perbatasan darat sepanjang lebih dari 800 kilometer.
Klaim yang diperebutkan sebagian besar bermula dari peta tahun 1907 yang digambar di bawah pemerintahan kolonial Prancis yang digunakan untuk memisahkan Kamboja dari Thailand. Kamboja telah menggunakan peta tersebut sebagai referensi untuk mengeklaim wilayah, sementara Thailand berpendapat bahwa peta tersebut tidak akurat.
Konflik yang paling menonjol dan penuh kekerasan terjadi di sekitar kuil Preah Vihear yang berusia 1.000 tahun.
Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional memberikan kedaulatan atas wilayah kuil tersebut kepada Kamboja. Putusan tersebut menjadi gangguan besar dalam hubungan bilateral.
Kamboja kembali ke pengadilan pada tahun 2011, menyusul beberapa bentrokan antara tentaranya dan pasukan Thailand yang menewaskan sekitar 20 orang dan menyebabkan ribuan orang mengungsi.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan telah terjadi serangan tak beralasan oleh pasukan Thailand, dan pasukan Kamboja merespons untuk membela diri.
Meskipun kedua negara kemudian menyatakan sepakat untuk meredakan situasi, otoritas Kamboja dan Thailand terus menerapkan atau mengancam tindakan selain penggunaan kekuatan bersenjata, sehingga ketegangan tetap tinggi.
Thailand menerapkan pembatasan ketat di perbatasan dengan Kamboja yang menghentikan hampir semua penyeberangan kecuali untuk pelajar, pasien medis, dan orang lain dengan kebutuhan esensial. Pada hari Kamis, otoritas Thailand mengumumkan bahwa mereka menutup perbatasan sepenuhnya.
Kamboja juga melarang film dan acara TV Thailand, menghentikan impor bahan bakar, buah-buahan, dan sayuran Thailand, serta memboikot beberapa koneksi internet internasional dan pasokan listrik dari negara-negara tetangganya.
Kedua negara tetangga tersebut terlibat dalam perselisihan sengit mengenai wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, tempat perbatasan kedua negara dan Laos bertemu, dan yang merupakan rumah bagi beberapa kuil kuno.
Perselisihan ini telah berlangsung selama beberapa dekade, berkobar menjadi bentrokan militer berdarah lebih dari 15 tahun yang lalu dan kembali terjadi pada bulan Mei, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak.
Mengapa Sengketa Perbatasan Jadi Masalah yang Lama?
Sengketa perbatasan telah menyebabkan ketegangan berkala antara kedua negara tetangga.
Thailand dan Kamboja berbagi perbatasan darat sepanjang lebih dari 800 kilometer.
Klaim yang diperebutkan sebagian besar bermula dari peta tahun 1907 yang digambar di bawah pemerintahan kolonial Prancis yang digunakan untuk memisahkan Kamboja dari Thailand. Kamboja telah menggunakan peta tersebut sebagai referensi untuk mengeklaim wilayah, sementara Thailand berpendapat bahwa peta tersebut tidak akurat.
Konflik yang paling menonjol dan penuh kekerasan terjadi di sekitar kuil Preah Vihear yang berusia 1.000 tahun.
Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional memberikan kedaulatan atas wilayah kuil tersebut kepada Kamboja. Putusan tersebut menjadi gangguan besar dalam hubungan bilateral.
Kamboja kembali ke pengadilan pada tahun 2011, menyusul beberapa bentrokan antara tentaranya dan pasukan Thailand yang menewaskan sekitar 20 orang dan menyebabkan ribuan orang mengungsi.
Lihat Juga :